Laga Persija versus Persela ditunda

id Persija Jakarta, persela lamongan, liga 1 Indonesia 2019,laga ditunda

Pemain Persija Jakarta Marco Simic melakukan selebrasi usai mencetak gol pertama ke gawang PSIS Semarang pada pertandingan Liga 1, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (15/9/2019). Persija Jakarta berhasil mengalahkan PSIS Semarang dengan skor akhir 2-1 .ANTARA FOTO/Risky Andrianto/aww.

Jakarta (ANTARA) - Laga lanjutan Liga 1 Indonesia 2019, Persija versus Persela yang sedianya digelar pada Rabu (2/10) di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, ditunda karena pihak Polri tidak memberikan izin keramaian, kata Ketua Panpel Pertandingan Persija Haen Rahmawan.

“Izin tidak dikeluarkan karena bertepatan dengan unjuk rasa yang terjadi beberapa hari terakhir ini. Selain itu, pada tanggal 2 Oktober juga ada demonstrasi dari kalangan buruh di Bekasi dan Jakarta,” ujar Haen, dikutip dari laman resmi Persija di Jakarta, Senin.

Haen melanjutkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait hal tersebut.

Baca juga: Tangani Persija, Edson Tavares soroti mentalitas pemain

Baca juga: Edson Tavares pasang tiga bek untuk Persija

Manajemen klub berjuluk Macan Kemayoran menyerahkan langkah selanjutnya kepada LIB, terutama soal jadwal pengganti.

Sementara untuk pertandingan Persija Jakarta versus Borneo FC pada Minggu (6/10), masih akan berlangsung sesuai rencana.

Seandainya jadi digelar, pertandingan Persija kontra Persela akan menjadi laga debut pelatih baru Persija Edson Tavares yang resmi dikontrak sejak Minggu (29/9).

Selain laga Persija versus Persela, pertandingan Liga 1 Indonesia 2019, Persebaya kontra Borneo FC pada Rabu (2/10) yang rencananya berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, juga ditunda.

Namun, manajer Borneo FC Dandri Dauri tidak mempermasalahkan penundaan tersebut karena itu membuat klub berjuluk Pesut Etam memiliki masa persiapan lebih panjang untuk melawan Persija, Minggu (6/10).

Baca juga: Sandi Sute yakin pelatih baru Persija bawa perubahan


Pewarta : Michael Siahaan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar