Mario Gomes : Kalteng bermain dengan kolektifitas

id Kalteng Putra,Mario Gomes,Antara.lampungnews.com

Pemain Kalteng Putra saat sesi latihan di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Wayhalim Bandarlampung, Rabu malam (18/9/2019) ANTARA/Dian Handiyatna/pri

Bandarlampung (ANTARA) - Pelatih Kesebelasan Kalimantan Tengah Putra Mario Gomes De Oliviera menyebutkan timnya tidak bertumpu pada satu orang melainkan bermain secara kolektifitas sehingga tidak ada masalah atas kepergiaan Diogo Campos.

"Kondisi kami saat ini sangat baik, tidak ada masalah Campos pergi karena kami bermain secara tim bukan mengandalkan individualisme, mudah-mudah dengan kolektifitas besok kami mampu mencuri poin," kata Pelatih Kalteng Putra, Mario Gomes De Oliviera, saat Jumpa Pers, di Bandarlampung, Rabu malam.

Menurut dia, kepergian Campos tidak akan mempengaruhi permainan anak asuhnya bahkan saat ini sudah ada beberapa pemain baru yang masuk ke kesebelasannya.

"Pemain baru kami sangat baik mereka memiliki motivasi bermain bagus dan ingin berprestasi di Kalteng Putra," katanya.

Terkait adanya pemain andalan Perseru- Badak Lampung yang mengalami cedera, ia mengungkapkan bahwa hal tersebut bisa menjadi sebuah keuntungan bagi kesebelasannya.

"Vidal tidak bisa main jelas itu sebuah keuntungan tapi bila dia main pun tidak masalah bagi kami," kata dia.

Ia pun menegaskan, para pemainnya saat ini sedang dalam keadaan yang cukup bagus dan tidak ada yang cedera ataupun sakit akibat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sementara itu pemain Kalteng Putra Wasiat mengatakan bahwa timnya akan bekerja keras dalam menahan gempuran dari tuan rumah dan akan mencoba mencuri poin di sini.

"Semua pemain kita anggap berbahaya semua harus fokus pada pemain lawan meskipun penyerangan Perseru-Badak Lampung dianggap minim tapi mereka adalah tim yang kuat," kata dia.

Baca juga: Kabut asap mulai bikin jadwal latihan Kalteng Putra FC terganggu

Baca juga: Imbangi Persebaya 1-1, Gomes puji tiga pemain anyarnya bermain apik


 

Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar