Pemkot Semarang beri pendampingan perempuan-anak korban kekerasan

id Perempuan-Anak Korban Kekerasan,Kabupaten/Kota Layak Anak,Kota Semarang

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Seruni Krisseptiana Hendrar Prihadi saat menemui wartawan dari Jakarta di Semarang, Senin (16/9/2019). (ANTARA/Dewanto Samodro)

Semarang (ANTARA) - Kaum perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan bisa mendapatkan pendampingan dan konseling dari Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Seruni yang disediakan Pemerintah Kota Semarang.

"Bersama dinas terkait, PPT Seruni berjejaring melindungi dan melayani perempuan dan anak yang mengalami permasalahan," kata Ketua PPT Seruni Krisseptiana Hendrar Prihadi saat menemui wartawan dari Jakarta di Semarang, Senin (16/9).

Istri Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi itu mengatakan PPT Seruni adalah lembaga yang dibiayai Pemerintah Kota Semarang untuk mendampingi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan.

Permasalahan yang paling banyak diterima PPT Seruni adalah kekerasan dalam rumah tangga yang tidak hanya menimpa perempuan, tetapi juga anak-anak.

"Masyarakat sudah semakin paham tentang kekerasan dalam rumah tangga merupakan ranah publik. Pelaporan tidak hanya dilakukan di PPT Seruni tetapi juga lembaga lain yang berjejaring dengan kami," tuturnya.

Baca juga: Komnas: perempuan korban kekerasan masih sulit akses keadilan
Baca juga: Jalan panjang perempuan korban kekerasan cari keadilan


Untuk lebih menjangkau perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan, PPT Seruni memiliki perpanjangan tangan hingga ke kecamatan-kecamatan melalui jejaring yang dibangun.

PPT Seruni melakukan pendampingan dan konseling kepada korban kekerasan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan korban dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

"Karena kebanyakan kasus yang masuk adalah kekerasan dalam rumah tangga, tentu yang dilakukan adalah mediasi dulu. Namun, penyelesaiannya tergantung pelapor ingin rasa keadilan yang seperti apa. Kalau memang ingin melapor ke polisi akan kami dampingi, jadi bukan kami yang menentukan," jelasnya.

Beberapa pelapor memang datang hanya ingin mendapatkan pendampingan dan konseling saja, misalnya pendampingan psikologi atau pendampingan agama.

"Semua kami sediakan karena kami ada jejaringnya," ujarnya.

Kota Semarang berhasil meraih predikat Nindya dalam evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak 2019 yang diadakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengadakan kunjungan media ke beberapa kabupaten/kota yang meraih predikat Nindya dalam evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak 2019. Selain di Kota Semarang, kunjungan media juga akan dilakukan ke Kabupaten Sleman dan Kota Balikpapan.

Baca juga: Konferensi Perempuan Timur desak keberpihakan pemerintah terhadap korban kekerasan
Baca juga: PKB bertekad segera selesaikan pembahasan RUU PKS

 

Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar