BMKG catat AOD Sumbar di atas 1 atau terpapar partikel polutan

id Kabut Asap,Udara Kotor,BMKG Kototabang,kebakaran hutan dan lahan,asap karhutla,karhutla,karhutla sumbar

Suasana kawasan pusat Kota Padang, Sumbar, diselimuti kabut asap kiriman, (Dok ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/ama)

Bukittinggi (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang, Sumatera Barat mencatat udara di provinsi tersebut telah terpapar partikel polutan karena indeks Atmosphere Optical Depth (AOD)  berada pada indeks di atas 1.

Kepala BMKG Stasiun GAW Wan Dayantolis yang  dikonfirmasi dari Bukittinggi, Senin, mengatakan AOD merupakan parameter yang digunakan sebagai indikator kekeruhan udara di suatu daerah.

Indeks di atas 1 (>1), katanya, berarti wilayah Sumbar telah terpapar polutan berupa partikulat yang secara visual menunjukkan kekaburan udara, meskipun asap di Sumbar kebanyakan berasal dari karhutla di luar Sumbar.

Sedangkan jika indeks di bawah satu (<1), maka udara cenderung bersih dari partikel polutan.

Baca juga: Titik panas di Sumbar hanya 6 titik, kabut asap dari "tetangga"

Parameter lainnya yaitu dengan mengukur konsentrasi polutan partikulat (pm10). Dari sampling yang dilakukan di Padang, Senin(16/9) menunjukkan level sedang atau dalam rentang 50-150 ugram/m3.

Nilai ambang batas untuk konsentrasi partikulat berukuran kurang dari 10 mikrometer yang diperbolehkan di udara ambien yaitu 150 µgram/m3.

Karena kondisi udara yang sudah terpapar polusi tersebut masyarakat diminta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan agar terhindar dari resiko gangguan pernapasan karena menghirup udara tidak bersih.

Baca juga: BMKG : Jarak pandang di Sumbar hanya tujuh kilometer akibat kabut asap

Jika beraktivitas di luar rumah, diarahkan menggunakan masker untuk mengurangi dampak polusi serta memperbanyak minum air putih.

Untuk potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan ditinjau dari analisa parameter cuaca selama tiga hari ke depan, perlu diwaspadai beberapa wilayah yang berpotensi sangat mudah sampai mudah terbakar yaitu Pasaman, Pasaman Barat, Dharmasraya, Sijunjung, Kepulauan Mentawai dan sebagian Pesisir Selatan.

Sementara BMKG Stasiun Meteorolgi Minangkabau juga merilis potensi hujan intensitas ringan diprakirakan terjadi di wilayah Pasaman Barat.

Baca juga: Pemprov Sumbar bagikan 12 ribu masker antisipasi kabut asap

Pewarta : Syahrul Rahmat
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar