Bambang Nurdiansyah apresiasi timnya meski dikalahkan Persija

id psis semarang,bambang nurdiansyah,liga 1

Pelatih PSIS Semarang Bambang Nurdiansyah (tengah) dan kapten PSIS Ganjar Muhardiyana (kanan) memberikan keterangan kepada media usai laga kontra Persija Jakarta dalam lanjutan Liga 1 Indonesia 2019 di Stadion Patriot Candrabhaga, Minggu (15/9/2019). Pertandingan itu dimenangkan Persija dengan skor 2-1. (Michael Siahaan)

Bekasi (ANTARA) - Pelatih PSIS Semarang Bambang Nurdiansyah mengapresiasi tinggi penampilan timnya meski dikalahkan Persija dengan skor 2-1 dalam lanjutan Liga 1 Indonesia 2019 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Minggu.

"Saya menurunkan beberapa pemain muda banyak pemain lokal. Akan tetapi, mereka mampu mengimbangi permainan Persija," ujar Bambang setelah laga..

Menurut pelatih yang biasa disapa Banur itu, pemain-pemainnya tampil percaya diri meladeni nama-nama beken di Persija terutama di babak kedua.

Di paruh pertama laga, kata Bambang, pasukannya sempat gugup melihat Persija yang dihuni pemain-pemain berkualitas tinggi termasuk nama-nama impor.

"Maklumlah, mereka masih muda-muda. Saat jeda laga, saya mengatakan kepada mereka agar jangan mundur karena pada dasarnya semua setara. Toh, tidak ada Lionel Messi di lapangan," tutur Bambang.

Absenya beberapa nama andalan karena sanksi terkait kartu yakni Wallace Costa, Safrudin Tahar, Finky Pasamba dan Ryan Andriansyah membuat Bambang Nurdiansyah harus menurunkan para pemain muda saat menghadapi Persija.

Baca juga: PSIS incar poin kontra Persija meski tanpa pemain andalan

Salah satunya gelandang berusia 19 tahun Eka Febri Setiawan yang baru mencatatkan dua penampilan di Liga 1 Indonesia 2019.

Selain itu ada pula pemain seperti Fredyan Wahyu (21 tahun) dan Septian David Maulana (23 tahun) yang dimainkan sejak menit awal pertandingan.

Di 'starting eleven', Banur pun hanya menurunkan satu pemain asing yaitu Jonathan Zorilla. Penyerang impor Claudir Marini yang sejatinya masih cedera baru masuk ke lapangan di menit ke-75.

Ini berbeda dengan Persija yang memainkan skuat terbaiknya, termasuk Marko Simic, Riko Simanjuntak, Ramdani Lestaluhu, Rohit Chand dan dua pemain asing anyarnya Alexandre Reame serta Joan Tomas Campasol.

Dengan komposisi seperti itu, PSIS dapat membuat Persija kesulitan. Persija sendiri baru bisa memecah kebuntuan melalui titik penalti pada menit ke-45+3 melalui tendangan Marko Simic.

Dalam prosesnya, Persija menggandakan kedudukan di menit ke-53 via sepakan Rohit Chand. PSIS baru memperkecil kedudukan di menit ke-63 berkat gol sumbangan Septian David Maulana.

Baca juga: Banuelos sanjung performa Rohit Chand

Kapten PSIS Ganjar Muhardiyana juga memuji performa rekan-rekannya dalam laga tersebut walau target mendapatkan poin tidak tercapai.

"Terima kasih untuk semuanya yang sudah berjuang meski hasil tidak sesuai harapan. Semoga PSIS bisa lebih baik lagi ke depan," kata Ganjar.

Baca juga: Persija Jakarta taklukkan PSIS 2-1 dalam laga penentu nasib Banuelos


Pewarta : Michael Siahaan
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar