Puluhan orang meninggal dalam kampanye pemilu di Mozambik

id Kampanye pemilu,Mozambik,Presiden Filipe Nyusi

Presiden Mozambik Filipe Nyusi. (ANTARA /IORA SUMMIT 2017/Rosa )

Maputo (ANTARA) - Sedikitnya 10 orang meninggal dan 98 orang lainnya terluka akibat kerusuhan yang terjadi saat kampanye pemilu Presiden Mozambik Filipe Nyusi, menurut pihak berwenang, Kamis.

Pihak Rumah Sakit Pusat Nampula mengungkapkan insiden itu terjadi saat kerumunan berdesak-desakan melalui satu-satunya gerbang  untuk masuk ke stadion di Kota Nampula, Mozambik utara, tempat kampanye digelar pada Rabu. Orang-orang terinjak saat berupaya meninggalkan fasilitas tersebut.

Berbicara dalam konferensi pers pada Kamis, direktur rumah sakit Cachimo Molina melaporkan 98 orang dirawat di unit kesehatan namun 14 di antaranya diperbolehkan pulang. Delapan korban dirawat secara intensif.

"Sehubungan dengan kondisi klinis pasien yang masuk kemarin seusai kejadian, semuanya stabil," kata Molina.

Menteri Dalam Negeri Mozambik, Basilio Monteiro, mengumumkan pembentukan komisi penyelidikan guna mendalami penyebab insiden tersebut.

Mozambik saat ini memasuki pekan kedua musim kampanye menjelang pemilu 15 Oktober, saat Nyusi dari partai Frelimo berkuasa mengupayakan masa jabatan kedua.

Menurut pemantauan awal kampanye oleh Pusat Integritas Publik, "belasan orang meninggal pada pekan pertama musim kampanye (10 orang akibat kecelakaan lalu lintas dan 2 orang akibat kekerasan politik) serta 29 orang lainnya mengalami luka (16 karena insiden lalu lintas dan 13 karena kekerasan politik)."

"Koresponden kami juga melaporkan bahwa sedikitnya 33 orang ditangkap, sebagian besar karena merusak poster milik partai lain. Kasus ini terjadi sejak 31 Agustus hingga 6 September."

Sumber: Reuters
Baca juga: Paus Fransiskus berangkat ke Mozambik untuk mendorong perdamaian
Baca juga: Donor janjikan 1,2 miliar dolar AS untuk bangun kembali Mozambik
Baca juga: RI-Mozambik telah selesaikan negosiasi perjanjian 200 produk

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Maria D Andriana
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar