Penggunaan dana desa di Aceh Barat tingkatkan hasil pertanian

id Dana Desa,Aceh Barat,Aceh

Aparat desa dan petani di Desa Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, memperlihatkan hasil pertanian berupa padi dari hasil pengelolaan dana desa, Minggu (8/9/2019). ANTARA/Teuku Dedi Iskandar/aa.

Meulaboh (ANTARA) - Pemanfaatan dana desa yang dikucurkan oleh pemerintah sejak tahun 2015 lalu di Desa Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat berhasil meningkatkan perekonomian masyarakat dalam bidang pertanian,dengan membuat lahan sawah baru bagi petani dan meningkatkan hasil panen.

"Alhamdulillah, saat ini, untuk sekali panen, petani sudah berhasil mendapatkan padi paling sedikit sekitar 30 ton beras di lahan padi seluas 10 hektare, dengan masa tanam sekitar dua hingga tiga kali dalam setahun,," kata Kepala Desa Suak Ribee, Meulaboh, Teuku Razali didampingi Sekretaris Desa, Muhajir, Minggu.

Beras yang dihasilkan tersebut selain dikonsumsi sendiri oleh petani, juga dijual kepada konsumen dengan harapan bisa mendapatkan pendapatan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.

Baca juga: Aceh Barat lanjutkan program bantuan modal usaha Rp150 juta per desa

Saat ini, kata Teuku Razali, luas lahan sawah baru yang sudah berhasil dikelola dari dana desa sejak tahun 2015 hingga tahun 2019 ini di desa setempat mencapai 25 hektare, dengan dana awal yang dialokasikan sebelumnya sebesar Rp40 juta.

Penggunaan anggaran tersebut juga dialokasikan untuk membeli bibit, pengolahan sawah, pembelian traktor tangan, serta kebutuhan lainnya, sehingga pengembangan lahan pertanian di lahan bekas terjangan gempa dan tsunami pada 26 Desember 2004 silam tersebut, telah berhasil dikelola dan diubah menjadi lahan produktif bagi masyarakat.
Aparat desa dan petani di Desa Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, memperlihatkan hasil pertanian berupa padi yang dananya berasal dari dana desa, Minggu (8/9/2019). (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

Agar pemanfaatan dana desa lebih maksimal, pihaknya bersama masyarakat dalam tahun ini berencana mengolah lahan tidur untuk menciptakan lahan sawah baru dengan luas lahan berkisar antara 20 hektare hingga 25 hektare, dengan sumber anggaran dari dana desa.

Namun, pihaknya terkendala dengan sejumlah prasarana dan sarana seperti peralatan seperti traktor tangan serta sejumlah alat pertanian lainnya termasuk bibit dan pupuk.

Baca juga: Mendes: Program pembiayaan mikro bantu pemberdayaan desa wisata

"Kalau terus mengandalkan dana desa tentunya sangat terbatas, kami berharap pemerintah daerah dapat membantu sarana peralatan pertanian, sehingga produktivitas petani untuk menciptakan tanaman padi semakin lebih banyak," kata Teuku Razali menambahkan.

Ia bersama masyarakat berharap agar alokasi dana desa yang dikucurkan oleh pemerintah setiap tahunnya semakin bertambah, karena benar-benar sangat berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat dan dapat menambah lapangan kerja baru, dan manfaat lainnya.

Baca juga: Desa di Sumba Barat gunakan Dana Desa untuk kelola wisata kampung adat

Pewarta : Teuku Dedi Iskandar
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar