Peserta SMN NTT kunjungi objek wisata di Kerinci

id SMN NTT ke Kerinci

Peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2019 dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melihat langsung proses pembuatan gula tebu di pabrik gula tebu Desa Sungai Asam, Kabupaten Kerinci, saat kunjungan peserta SMN ke kabupaten tersebut, Selasa.

Jambi (ANTARA) - Peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2019 asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berkesempatan mengunjungi beberapa objek wisata ternama di Kabupaten Kerinci dalam kunjungan mereka di kabupaten tersebut.

Peserta SMN NTT sebanyak 25 orang terdiri dari siswa SMA/SMK ditambah tiga siswa SLB itu, Rabu (21/8), berkunjung ke objek wisata Air Panas Semerup, kemudian mengunjungi objek wisata Danau Kerinci dan sebelumnya mengunjungi objek wisata Air Terjun Telun Berasap.

Peserta SMN NTT 2019 berada di Kerinci selama dua hari, kunjungan mereka merupakan rangkaian program SMN 2019 yang diinisiasi Kementerian BUMN.

Pada 2019 dalam program BUMN Hadir Untuk Negeri (BHUN) untuk program SMN, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk ditunjuk sebagai Personal In Charge (PIC) bersama dengan Asuransi Jiwasraya dan PTPN VI sebagai CO PIC.

Dimana pada SMN 2019 ini, sebanyak 20 siswa SMA/SMK ditambah tiga siswa difabel (SLB) asal Provinsi Jambi dikirim ke Provinsi NTT dan sebaliknya 22 siswa SMA/SMK dan tiga siswa difabel NTT dikirim ke Jambi difasilitasi BUMN pelaksana yakni PT Pelindo III dan PT Garam.

Peserta SMN NTT mengikuti serangkaian kegiatan pertukaran pelajar atau SMN di Provinsi Jambi dari tanggal 15-23 Agustus 2019. Mereka kemudian pulang ke daerah asal dan peserta SMN Jambi dari NTT juga tiba di Jambi.

Selain mengunjungi objek wisata di Kabupaten Kerinci yang merupakan branding pariwisata Jambi itu, peserta SMN sebelumnya juga mengunjungi perkebunan Teh Kayu Aro yang dikelola PTPN VI beserta pabriknya.

Selain itu juga mengunjungi pabrik kopi Arabika Kerinci, mengunjungi pabrik pembuatan gula tebu dan menyambangi sentra dodol kentang Kerinci yang merupakan oleh-oleh khas kabupaten tersebut.

Baca juga: Program SMN BUMN bangkitkan semangat penyandang disabilitas

Sebelum mengakhiri kunjungan di Kabupaten Kerinci, peserta SMN dilepas langsung, Asisten Kepala Unit Usaha Kayu Aro PTPN VI Kerinci, Heri Kurniawan. PTPN VI juga salah satu perusahaan BUMN.

"Terima kasih telah berkunjung, salam kepada keluarga di sana. Doa kami menyertai anak-anak semua, semoga selamat sampai tujuan dan dapat mempromosikan Jambi ketika sampai di NTT nanti," kata Heri.

Salah satu peserta SMN NTT yang juga ketua rombongan, Anwar, merasa bersyukur bisa berkunjung ke Jambi melalui program BUMN Hadir Untuk Negeri.

"Kami sangat berterima kasih pada semua. Dimana kami salah satunya bisa melihat langsung perkebunan Teh Kayu Aro yang dikelola PTPN yang merupakan perkebunan teh tertinggi kedua di dunia. Selanjutnya kami bisa promosikan ke daerah kami, kami juga menjadi tahu dan kami sebagai anak bangsa bisa melestarikan warisan nenek moyang kita dulu," kata Anwar.

CO PIC program SMN dari NTT, Benni Wahyu P selaku pendamping peserta dari PT Garam, mengatakan, dari kunjungan siswa ke beberapa lokasi di Jambi termasuk di Kerinci, diwajibkan bagi mereka mempresentasikan hasil kunjungan mereka di hadapan pendamping sebelum pulang ke NTT. Kemudian mereka membuat diary tentang perjalanan dan pengalaman mereka selama di Jambi.

PIC PT Semen Baturaja, Afrizal mengatakan, selain mengunjungi perkebunan Teh Kayu Aro, peserta SMN juga berkesempatan mengunjungi pabrik pembuatan teh Kayu Aro, pabrik pembuatan gula tebu dan pabrik kopi binaan PTPN VI.

Sementara itu, PIC PT Semen Baturaja, Afrizal rangkaian berbagai kunjungan peserta SMN NTT selama di Jambi guna menambah wawasan peserta SMN, baik wawasan terkait adat istiadat, budaya, wosata dan pengetahuan umum lainnya.

"Kita berharap peserta SMN NTT merasa nyaman selama berada di Jambi dan banyak mengetahui adat budaya dan keberagaman yang ada di Jambi serta pengetahuan lainnya," katanya.

Baca juga: Pemprov Sulut berikan apresiasi BUMN gelar SMN
Baca juga: Peserta SMN 2019 asal Sulsel sebut Kebhinekaan perlu dijaga


 

Pewarta : Nanang Mairiadi dan Dodi Saputra
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar