Kena serangan jantung sesampai di Lombok, satu haji NTB meninggal

id Jemaah Haji NTB meninggal,Embarkasi Lombok,Serangan Jantung,NTB,Kanwil Kementerian Agama

Sebanyak 455 haji kloter pertama Embarkasi Lombok, asal Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), tiba di Bandara Internasional Lombok (BIL), Kabupaten Lombok Tengah sekitar pukul 02.51 Wita, Ahad dini hari (18/8/2019). (FOTO ANTARA/Nur Imansyah).

Mataram (ANTARA) - Seorang jamaah haji kloter pertama Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat yang baru tiba dari Tanah Suci, Mekkah, Arab Saudi atas nama Mahnim Binti Ismail meninggal dunia karena serangan jantung.

"Jamaah haji ini wafat dalam perjalanan dari Bandara Internasional Lombok (BIL) ke Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB," kata Kepala Seksi Informasi Haji Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama NTB, Srilatifa saat dihubungi di Mataram, Ahad.

Ia mengatakan, Mahnim Binti Ismail merupakan warga Padamara Setanggor, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Mahnim sendiri tergabung dalam 455 orang kloter pertama Embarkasi Lombok yang tiba pada Ahad dini hari sekitar pukul 02.51 WITA.

Menurut Srilatifa, dengan meninggalnya satu orang tersebut, jumlah jamaah haji Embarkasi Lombok yang meninggal menjadi enam orang.

"Lima orang jamaah wafat di Tanah Suci dan satu wafat di Tanah Air yakni Mahnim Binti Ismail yang meninggal dunia setelah dilarikan ke RSUP NTB," katanya.

Srilatifa menambahkan, selain kloter pertama pada Ahad ini juga akan tiba sebanyak 455 orang dari kloter dua yang direncanakan akan sampai di Lombok pada malam hari sekitar pukul 21.00 WITA.

 Sementra, secara keseluruhan kepulangan haji Embarkasi Lombok akan tuntas pada tanggal 1 September 2019 dari 11 kloter yang ada.

"Untuk proses kepulangan seluruh haji NTB sampai 1 September 2019," katanya.

Baca juga: 455 haji kloter pertama NTB tiba di Lombok

Baca juga: Satu lagi calon haji NTB meninggal di Arab Saudi

Baca juga: Bandara Lombok luncurkan layanan video call untuk jamaah haji

Pewarta : Nur Imansyah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar