WIKA ajak peserta SMN ke lokasi pembangunan Bendungan Kuwil

id SMN

Peserta SMN bersama pimpinan PT Wika dan PT Nindya Karya, di Minahasa Utara. (1)

Manado (ANTARA) - PT WIKA mengajak para peserta Sekolah Mengenal Nusantara (SMN) untuk melihat lokasi pembangunan bendungan Kuwil, di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut), Jumat.

GM Departemen III Sipil Umum PT WIKA Adhyasa Yutono, mengatakan peninjauan ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi peserta SMN untuk melihat secara langsung proyek yang sedang dibangun pemerintah.

"Proyek pembangunan bendungan Kuwil ini adalah proyek pembangunan strategis nasional, yang dibangun dengan tujuan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Sulut khususnya Manado, Minahasa Utara.

Ia menambahkan, dengan para siswa melihat ke lokasi secara langsung dan bertemu dengan para insinyur baik dari PT WIKA maupun PT Nindya Karya tentu akan memberikan dampak baik bagi siswa tersebut.

Baca juga: Peserta SMN Sulsel diperkenalkan budaya Papua

Seperti pengetahuan para siswa akan bertambah dan akan menimbulkan semangat motivasi bagi peserta SMN untuk belajar.

"Sebab kedepannya mereka yang akan meneruskan pembangunan yang ada," ujarnya.

Kansha peserta SMN dari SMA Negeri Kendal mengatakan senang dengan kunjungan ke lokasi pembangunan bendungan Kuwil tersebut.

"Dalam kunjungan ini, peserta mendapatkan pengalaman tersendiri, serta pengetahuan tentang pembangunan bendungan," lanjutnya.

Baca juga: Peserta SMN Sulsel kunjungi Kampung Nelayan di Papua

Ia menambahkan seperti dalam melaksanakan pembangunan bendungan itu memerlukan proses panjang dalam waktu yang lama.

"Serta pembangunan bendungan itu tidak dilakukan sendiri, seperti di Bedungan Kuwil ini dilakukan PT WIKA dan PT Ninda Karya," tambahnya.

Peserta SMN dari Jawa Tengah datang ke Sulut sejak Rabu (14/8) dan akan berada di daerah Nyiur Melambai selama delapan hari, serta akan mengikuti sejumlah kegiatan.

Pelaksanaan Program SMN 2019 di Provinsi Sulut melibatkan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), sebagai PIC serta Co-PIC, PT Nindya Karya (Persero), PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), dan Perum DAMRI.

Baca juga: Peserta SMN Sulsel belajar alat musik tradisional Papua
 

Pewarta : Jorie MR Darondo
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar