Logo Header Antaranews Sumsel

Semangat anak-anak menjaga warisan budaya di Rumah Belajar Sekaa Nguda OKU

Kamis, 13 Agustus 2026 13:08 WIB
Image Print
Anak-anak usia 8 hingga 12 tahun berlatih menari di Rumah Belajar Sekaa Nguda, Desa Makarti Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. (ANTARA/HO/PHR 4)

Jakarta (ANTARA) - Pemuda Desa Makarti Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Komang Ngurah Subawa, menginisiasi pembentukan Rumah Belajar Sekaa Nguda untuk mengarahkan potensi generasi muda di desanya ke kegiatan positif.

Langkah tersebut bermula dari keresahan Komang pada 2018 melihat anak-anak dan remaja di desanya kerap menghabiskan waktu usai sekolah dengan nongkrong tanpa tujuan hingga larut malam.

Usai berdiskusi dengan tokoh masyarakat setempat, ia mendirikan Rumah Belajar Sekaa Nguda sebagai pusat pembelajaran kreatif dan pelestarian budaya Hindu Bali di Desa Makarti Jaya, kawasan yang sebagian penduduknya merupakan keturunan warga transmigran asal Bali.

Di rumah belajar tersebut, remaja putri diajarkan tarian keagamaan seperti Tari Rejang Dewa, sedangkan remaja putra mendalami seni musik tradisional gamelan.

Inisiatif positif Komang tersebut menarik perhatian PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Ogan Komering pada 2023. Perusahaan migas tersebut menyalurkan bantuan berupa perbaikan alat seni, pengadaan seragam, serta pelatihan kewirausahaan agar sanggar budaya ini mandiri secara ekonomi.

Anak-anak usia 8 hingga 12 tahun berlatih menari di Rumah Belajar Sekaa Nguda, Desa Makarti Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. (ANTARA/HO/PHR 4)

Berkat dukungan PHE Ogan Komering, Rumah Belajar Sekaa Nguda memperluas jangkauan dengan membentuk kelompok Sekaa Rare yang membuka pelatihan seni secara gratis bagi anak-anak usia 8 hingga 12 tahun.

"Sekarang mereka sudah jarang nongkrong tak terarah karena ada wadah latihan tari dan gamelan tiga kali sepekan," kata Komang di Palembang, Senin.

Anak-anak dan remaja binaan sanggar ini secara rutin tampil dalam berbagai ritual keagamaan di pura maupun kegiatan kemasyarakatan, serta telah sukses menggelar empat kali festival budaya lokal.

Salah satu orang tua anggota sanggar, Komang Muliawan Purnawan, mengaku merasakan langsung manfaat kehadiran rumah belajar tersebut terhadap karakter dan kedisiplinan anaknya.

"Anak saya menjadi lebih mengenal budaya leluhurnya dan memanfaatkan waktu luang usai sekolah untuk kegiatan positif yang mengasah mental serta tanggung jawab," ujar Muliawan.

Manager Community Involvement and Development Pertamina Hulu Rokan, Iwan Ridwan Faizal, menegaskan bahwa dukungan perusahaan kepada Rumah Belajar Sekaa Nguda merupakan wujud komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi.



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026