Logo Header Antaranews Sumsel

Kerugian Prancis akibat gelombang panas bisa capai 15 miliar euro

Kamis, 13 Agustus 2026 13:04 WIB
Image Print
Warga tetap menjalani aktivitas sehari-hari di tengah gelombang panas. ANTARA/Piero Cruciatti - Anadolu Agency /pri.

Moskow (ANTARA) - Kerugian ekonomi Prancis akibat gelombang panas musim panas ini diperkirakan mencapai 10 hingga 15 miliar euro (sekitar Rp187 triliun hingga Rp280 triliun), demikian disampaikan Menteri Lingkungan Hidup Prancis Monique Barbut.

"Estimasi biaya langsung dan tidak langsung akibat gelombang panas musim panas ini berada di kisaran 10 hingga 15 miliar euro," kata Barbut dalam rapat darurat pada Rabu.

Barbut menambahkan bahwa kalkulasi pasti atas total kerugian ekonomi masih sulit dipastikan saat ini karena gelombang panas ekstrem masih terus berlangsung.

"Namun, nilainya dipastikan jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2022 karena durasi gelombang panas kali ini lebih panjang dan intensitasnya lebih kuat," ujar Barbut, seraya menguraikan bahwa nilai kerusakan pada 2022 lalu diperkirakan mencapai 5 hingga 6 miliar euro.

Benua Eropa saat ini tengah dilanda salah satu gelombang panas terburuk dalam beberapa tahun terakhir, dengan dampak terparah dirasakan oleh Spanyol, Portugal, Prancis, Italia, dan Yunani.

Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelumnya pada Juli menyatakan bahwa negaranya menghadapi jumlah kebakaran hutan tertinggi pada musim panas ini sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kerugian Prancis akibat gelombang panas bisa capai 15 miliar euro



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026