
Satgas Karhutla Sumsel siapkan operasi modifikasi cuaca malam hari

Palembang (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Sumatera Selatan menyiapkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada malam hari apabila terdapat awan yang memenuhi syarat untuk dilakukan penyemaian.
Komandan Satgas Penanganan Karhutla Sumatera Selatan (Sumsel) Brigjen TNI Khabib Mahfud di Palembang, Senin, mengatakan OMC dapat dilakukan kapan saja selama kondisi cuaca mendukung, termasuk pada malam hari.
"Terkait wacana OMC malam hari akan dilanjutkan. Apabila ada awan yang kemungkinan bisa dilaksanakan OMC, kita akan laksanakan malam hari," katanya.
Ia menjelaskan pelaksanaan OMC menjadi salah satu upaya untuk membantu penanganan karhutla di Sumsel, terutama di tengah kondisi sejumlah kawasan yang mulai mengalami kekeringan.
Khabib mengatakan tim masih memantau perkembangan awan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menentukan waktu yang tepat melaksanakan OMC.
"Tadi sudah disampaikan juga Kepala BMKG, ada waktu malam ataupun waktu kapan pun kita siap untuk melaksanakan OMC," jelasnya.
Sementara itu Komandan Sub-Satgas Udara Penanganan Karhutla Sumsel Kolonel PNB Asep Wahyu Wijaya menambahkan kesiapan pesawat untuk melaksanakan OMC pada malam hari telah diperiksa, termasuk kesiapan personel untuk melakukan penerbangan malam.
"Memang available untuk melaksanakan terbang malam maupun operasi modifikasi cuaca di malam hari," katanya.
Ia menjelaskan personel yang akan menjalankan operasi juga telah diperiksa tingkat kesiapan dan pengalaman penerbangan malam maupun OMC sehingga dapat melaksanakan tugas sesuai ketentuan.
Namun pelaksanaan OMC tetap bergantung pada kondisi cuaca, terutama keberadaan awan yang dapat ditaburi Natrium Klorida (NaCl).
"Ini masih ketergantungan dengan cuaca. Dari BMKG memang di musim kemarau ini agak kesulitan untuk kita mendapatkan awan yang siap untuk ditaburi NaCl," jelasnya.
Untuk pesawat yang disiapkan dapat melaksanakan OMC baik siang maupun malam dengan durasi penerbangan sekitar tiga hingga empat jam, sehingga wilayah Sumsel dapat dijangkau secara lebih luas.
"Urgensinya adalah pada saat siang hari kita kesulitan mendapatkan awan. Sehingga malam pun begitu ada awan, kita kejar," ujarnya.
BNPB memberikan kewenangan kepada tim untuk melaksanakan OMC pada malam hari apabila ditemukan awan yang sesuai. Bahkan operasi dapat dilakukan dua sorti dalam sehari apabila kondisi awan memungkinkan, dengan tetap memperhatikan batas waktu kerja dan jam terbang pesawat serta operator.
"Kalau misalkan pergerakan awannya ke daratan Sumatera Selatan, itu sangat bagus. Tapi kalau misalkan pergerakannya ternyata malah keluar dari wilayah kita ke laut, itu percuma," kata Asep.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
