
Sumsel perkuat ketahanan pangan daerah

Palembang, Sumsel (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat ketahanan pangan melalui berbagai kegiatan, yang bisa meningkatkan produksi beras dan bahan pangan lainnya.
"Dengan terus memperkuat ketahanan pangan, provinsi dengan 17 kabupaten dan kota ini semakin tangguh dan masyarakatnya sejahtera," kata Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang di Palembang, Sumsel, Senin.
Dia menjelaskan, untuk memperkuat ketahanan pangan, pihaknya mengoptimalkan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang berjalan dengan baik dalam beberapa tahun terakhir.
"Program GSMP yang dijalankan sejak beberapa tahun terakhir kini mulai dirasakan manfaatnya, sehingga perlu lebih digalakkan lagi," ujarnya.
Menurut dia, untuk menggalakkan GSMP, pihaknya mengajak ibu-ibu rumah tangga di seluruh kabupaten dan kota dalam provinsi setempat memanfaatkan pekarangan rumah dengan beternak dan berkebun.
Pemanfaatan pekarangan untuk kegiatan yang bisa menghasilkan pangan perlu digalakkan, sehingga dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasokan kebutuhan pokok di pasar.
Pekarangan rumah meskipun luasnya terbatas, dapat dimanfaatkan untuk budi daya ikan dan beternak ayam, menanam aneka jenis sayuran dan pohon buah-buahan.
Jika kegiatan budi daya, beternak, dan menanam memanfaatkan pekarangan dilakukan ibu-ibu rumah tangga bersama keluarga secara masif, sebagian kebutuhan pangan dapat dipenuhi sendiri sesuai dengan tujuan GSMP.
Selain mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk meningkatkan produksi pangan, pihaknya juga berupaya melakukan ekstensifikasi atau perluasan areal pertanian memanfaatkan lahan tidur atau yang tidak produktif.
Kemudian, mendorong petani melakukan intensifikasi atau peningkatan produksi pangan dengan memanfaatkan lahan yang dikelola selama ini, jelas Wagub Cik Ujang.
Sebelumnya Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel Bambang Pramono mengatakan hingga 2026 ini terdapat penambahan luas baku sawah (LBS) sekitar 50 ribu hektare lebih.
Dengan penambahan tersebut, luas baku sawah mencapai 520 ribu hektare dan mendukung peningkatan produksi beras.
Produksi beras Sumsel terus meningkat, pada 2021 mencapai 2,55 juta ton, pada 2022 menjadi 2,77 juta ton, pada 2023 menjadi 2,83 juta ton, dan pada 2024 naik menjadi 2,84 juta, pada 2025 mencapai 3 juta ton.
Melalui GSMP dan berbagai upaya memperkuat ketahanan pangan lainnya diharapkan dapat mendukung target produksi beras nasional sebesar empat juta ton pada 2026 ini, jelas Bambang Pramono.
Pewarta: Yudi Abdullah
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
