
Sumsel perkuat upaya antisipasi karhutla dan kekeringan

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memperketat langkah antisipasi terhadap ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang puncak musim kemarau
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di Palembang, Senin, mengatakan kesiapsiagaan perlu terus ditingkatkan untuk mencegah dampak karhutla yang dapat menurunkan kualitas udara hingga mengganggu aktivitas di wilayah lain.
"Kita harus waspada, karena asap karhutla tidak hanya menurunkan indeks kualitas udara, tetapi juga bisa meluas ke wilayah lain hingga mengganggu penerbangan," katanya.
Selain mewaspadai potensi karhutla, pihaknya juga memperkuat langkah antisipasi terhadap ancaman kekeringan yang berpotensi memengaruhi sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan di Sumatera Selatan.
Dampak musim kemarau terhadap produktivitas pertanian harus ditekan agar tidak mengurangi capaian produksi pangan yang selama ini menunjukkan tren positif.
"Dampak kekeringan terhadap produktivitas pertanian harus diantisipasi agar tidak mengganggu capaian produksi yang sudah berjalan baik," ujarnya.
Ia mengatakan Sumsel pada tahun sebelumnya berhasil menjadi salah satu provinsi dengan produksi pangan tertinggi secara nasional.
Oleh sebab itu capaian tersebut, harus dipertahankan tidak hanya dari sisi peringkat, tetapi juga melalui konsistensi produktivitas di lapangan.
"Prestasi sebagai salah satu produsen pangan tertinggi harus kita pertahankan, baik dari sisi peringkat maupun dari segi jumlah produktivitasnya," kata Herman Deru.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
