
Satgas Sumsel bekali para pelajar pemahaman cegah propaganda ekstrem

Palembang (ANTARA) - Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel membekali ratusan pelajar SMA dan SMK se-Kota Palembang dengan pemahaman wawasan kebangsaan guna menangkal propaganda ekstremisme di media sosial.
Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumsel Arinarsa Jaya Surya di Palembang, Jumat, mengatakan kolaborasi lintas instansi ini sebagai langkah konkret melindungi generasi muda dari paparan radikalisme.
"Anak-anak harus cerdas memilih konten. Jadikan media sosial sebagai ruang untuk karya yang inspiratif, bukan untuk menyebar kebencian," ujarnya.
Ia juga mendorong penguatan edukasi di lingkungan sekolah serta kolaborasi aktif antara guru, orang tua, dan aparat dalam memonitor aktivitas digital anak guna mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif.
Sementara itu, Ketua Tim Pencegahan Satgaswil Sumsel IPDA Fachrurozi selaku pemateri kedua, mengingatkan para siswa mengenai tantangan menjaga Pancasila dan bahaya konsep penyebaran radikalisme, termasuk teori proses terorisme (IRET).
Ia menyoroti taktik baru penyebaran paham radikal yang kini mulai menyusup lewat media sosial, situs web, hingga platform game online yang digandrungi remaja.
"Keterlibatan generasi muda dalam radikalisme harus kita cegah sejak dini. Kenali, lawan, dan laporkan jika menemukan konten yang mencurigakan," tegas Ketua Tim Pencegahan Satgaswil Sumsel, IPDA Fachrurozi.
Melalui dialog interaktif ini, Satgaswil Sumsel berharap para pelajar di Sumatera Selatan dapat menjadi pelopor digital yang bijak sekaligus membentengi diri dan lingkungan sekolah dari ancaman intoleransi dan radikalisme.
Sementara itu, kondisi keuangan dunia usaha secara umum tetap baik pada aspek likuiditas maupun rentabilitas, dengan akses kredit yang tetap mudah.
Untuk kuartal III-2026, responden memperkirakan aktivitas dunia usaha sedikit melambat dengan SBT di 11,75 persen. Kinerja lapangan usaha yang diperkirakan meningkat adalah LU Industri Pengolahan, LU Perdagangan Besar dan Eceran, serta Reparasi Mobil dan Motor sejalan dengan prakiraan terjaganya permintaan masyarakat, serta LU Konstruksi seiring dengan berlanjutnya pengerjaan sejumlah proyek pemerintah dan swasta.
Selain itu, kinerja kegiatan usaha pada LU Pertambangan dan Penggalian juga diprediksi meningkat. Hal ini dipengaruhi oleh penurunan curah hujan sehingga mendorong kenaikan aktivitas pertambangan.
Dalam survei lain, Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI BI) mencatatkan kinerja industri pengolahan berada di level 51,43 persen pada kuartal II/2026, lebih rendah dari periode sebelumnya sebesar 52,03 persen
“BI mencatat bahwa PMI BI itu didorong oleh ekspansi (>50 persen) pada beberapa komponen, seperti Volume Produksi (53,81 persen), Volume Persediaan Barang Jadi (53,00 persen), serta Volume Total Pesanan (52,77 persen),” ujar Ibrahim.
Melihat sentimen global, konflik yang terus berlanjut antara AS dengan Iran menimbulkan kekhawatiran bahwa biaya energi akan menjadi lebih tinggi, sehingga dapat memicu inflasi.
“Harga minyak yang lebih tinggi berisiko mempersulit prospek kebijakan Federal Reserve dengan meningkatkan kemungkinan bahwa inflasi tetap di atas target. Walaupun data inflasi konsumen dan produsen AS minggu ini menunjukkan penurunan tekanan harga, tetapi pasar sebagian besar mengabaikan data retrospektif tersebut di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan harga energi terbaru dapat membalikkan tren disinflasi,” ujar dia lagi.
Pejabat Federal Reserve disebut terus menekankan risiko inflasi tetap ada, meskipun data terbaru menunjukkan tekanan harga sedang mereda.
“Para pembuat kebijakan telah berulang kali memperingatkan bahwa harga minyak yang lebih tinggi akibat konflik di Timur Tengah dapat memperumit prospek inflasi dan mengatakan bahwa mereka membutuhkan beberapa bulan lagi data harga yang rendah sebelum mempertimbangkan pemotongan suku bunga,” kata Ibrahim.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat di level Rp17.944 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.041 per dolar AS.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah menguat dipengaruhi rilis hasil SKDU oleh BI
Pewarta: M. Imam Pramana
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
