Logo Header Antaranews Sumsel

Dugaan pelanggaran SPMB SMP Sumsel, Pemprov tunggu audit inspektorat

Kamis, 16 Juli 2026 07:34 WIB
Image Print
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sekda Sumsel) Edward Candra. ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan masih menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat terkait dugaan pelanggaran dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat sekolah menengah pertama (SMP) sebelum menentukan langkah lanjutan.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Edward Candra di Palembang, Rabu, mengatakan tim Inspektorat masih melakukan pemeriksaan dan hasilnya dijadwalkan diterima pada pekan ini.

"Minggu ini kami masih menunggu laporan dari Inspektorat. Setelah laporan diterima, akan langsung kami tindaklanjuti sesuai hasil pemeriksaan," katanya.

Ia mengatakan pemerintah provinsi akan mengambil tindakan tegas setelah menerima hasil pemeriksaan tersebut.

Langkah yang disiapkan, kata dia, tidak hanya berupa sanksi terhadap individu yang terbukti melanggar, tetapi juga evaluasi secara kelembagaan terhadap sekolah yang bersangkutan.

"Nantinya ada beberapa langkah yang dilakukan, baik terhadap individu maupun secara kelembagaan di sekolah yang bersangkutan," ujarnya.

Edward menegaskan proses pemeriksaan tetap berjalan meskipun terdapat informasi mengenai penyelesaian secara damai terhadap salah satu perkara SPMB yang sebelumnya mencuat.

Menurut dia, penyelesaian tersebut tidak menghentikan proses evaluasi internal pemerintah karena seluruh temuan di lapangan tetap menjadi bagian dari audit Inspektorat.

"Kalau yang kemarin akhirnya damai, itu tetap menjadi bagian dari pemeriksaan. Temuannya nanti dilaporkan oleh Inspektorat, dan saya juga akan menyampaikan hasil pemeriksaannya setelah laporan tersebut selesai," katanya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memastikan akan menindaklanjuti hasil audit sebagai dasar pengambilan keputusan terhadap dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan SPMB.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026