
Manggala Agni padamkan karhutla di Banyuasin dan OKU

Palembang (ANTARA) - Tim Manggala Agni masih melakukan pemadaman pada dua titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banyuasin dan Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, yang telah berlangsung sejak Selasa (14/7).
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan Ferdian Krisnanto saat diwawancarai di Palembang, Rabu, mengatakan saat ini proses pemadaman kini memasuki hari kedua.
"Saat ini tim masih melakukan pemadaman karhutla di Kecamatan Sembawa, Banyuasin, serta di Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur," katanya.
Ia menjelaskan kebakaran di Kecamatan Sembawa diperkirakan melanda lahan seluas sekitar 15 hektare dengan jenis tanah mineral. Vegetasi yang terbakar didominasi semak belukar, purun, gelam, dan tanaman sawit.
Proses pemadaman di lokasi tersebut membutuhkan waktu karena material yang mudah terbakar cukup banyak dan area terdampak relatif luas.
"Untuk wilayah Sembawa, lokasi bahan bakarannya banyak dan lumayan luas. Jadi butuh waktu memadamkannya supaya memastikan api tidak menyebar atau menyala lagi," ujarnya.
Sedangkan, kebakaran di Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur, melanda lahan gambut seluas sekitar dua hektare. Vegetasi yang terbakar berupa semak belukar, gelam, dan akasia.
Kondisi medan di lokasi tersebut menjadi tantangan bagi tim pemadam karena vegetasi berupa tegakan kayu gelam yang rapat menyulitkan akses personel menuju titik api.
"Untuk wilayah Cempaka, kondisi vegetasinya tegakan kayu gelam rapat. Akses personel mencapai api lumayan berat dan ini menjadi bahan bakaran yang sangat potensial, sehingga tim harus benar-benar berhati-hati dan cermat," katanya.
Ferdian menambahkan pihaknya belum dapat memastikan proses pemadaman dapat diselesaikan pada hari yang sama karena masih banyak material yang berpotensi memicu api kembali, terutama di lokasi kebakaran di Kecamatan Cempaka.
Manggala Agni terus melakukan upaya pemadaman sekaligus pendinginan di kedua lokasi guna memastikan api padam sepenuhnya dan tidak kembali menyala.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
