Logo Header Antaranews Sumsel

Kilang Pertamina Plaju matangkan kesiapan Pit Stop Part II 2026

Rabu, 8 Juli 2026 12:42 WIB
Image Print
Readiness Culture Day dalam kegiatan Pulse Check for Pit Stop Part II 2026 yang mengusung tema "Building Readiness, Strengthening Culture, Delivering Pit Stop Excellence". ANTARA/HO-PT Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju

Palembang, Plaju (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga melalui Kilang Plaju mematangkan budaya kesiapan (readiness culture) menjelang pelaksanaan Pit Stop Part II 2026 untuk memastikan keandalan operasional dan keselamatan kerja di lingkungan kerja.

Manager Turn Around (TA) Kilang Plaju, Suparlin di Palembang, Kamis, mengatakan, kesiapan menjadi faktor utama penentu keberhasilan pit stop. Kilang Plaju tidak hanya menyiapkan aspek teknis, tetapi juga menyelaraskan seluruh pekerja agar dapat menjalankan setiap tahapan pekerjaan secara aman, tepat waktu, dan berkualitas.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui agenda Readiness Culture Day dalam kegiatan Pulse Check for Pit Stop Part II 2026. Acara yang mengusung tema "Building Readiness, Strengthening Culture, Delivering Pit Stop Excellence" ini bertujuan menyatukan pemahaman seluruh fungsi sebelum eksekusi dimulai.

Dalam sesi Pulse Check, manajemen meninjau kesiapan secara menyeluruh yang meliputi lima aspek penting, yaitu kesiapan eksekusi (execution readiness), kesiapan kualitas (quality readiness), kesiapan HSSE (HSSE readiness), kesiapan penghentian dan pengoperasian kembali (shutdown and start-up readiness), serta kesiapan proses (process readiness). Evaluasi ini berfungsi memetakan peluang perbaikan sejak dini agar setiap fungsi memiliki standar yang sama.

Ia menjelaskan bahwa Pulse Check merupakan sarana refleksi bersama untuk memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai dengan rencana.

"Kami merefleksikan seluruh aspek kesiapan menjelang Pit Stop Part II 2026. Hasil evaluasi menjadi dasar perbaikan agar pekerjaan berjalan aman, tepat waktu, dan menghasilkan kualitas optimal. Komitmen kami adalah mewujudkan safe execution, on schedule, dan right quality," ujar Suparlin.

Pada kesempatan yang sama, Senior Manager Operation & Manufacturing (SMOM) Kilang Plaju, Asrinur, menegaskan bahwa keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama yang harus ditaati oleh seluruh pekerja.

"Keberhasilan pit stop tidak hanya diukur dari pencapaian target fisik, tetapi juga dari aspek keselamatan prosesnya. Setiap insan yang terlibat harus menempatkan HSSE sebagai landasan utama dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan kerja," kata Asrinur.

Melalui komitmen dan kolaborasi yang kuat, Kilang Plaju optimistis seluruh tahapan Pit Stop Part II 2026 dapat berjalan lancar demi mendukung ketahanan energi nasional.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026