
Transformasi Danau Shuji Muara Enim: Dari tempat sampah jadi desa wisata

Palembang (ANTARA) - Ketika pandemi COVID-19 melanda pada tahun 2020, sejumlah pemuda di Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, kehilangan pekerjaan dan menjadi penganggur. Namun, pada saat yang sama, terdapat potensi daerah setempat yang belum tergarap optimal, yakni Danau Shuji.
Danau tersebut masih dalam kondisi memprihatinkan karena hanya dijadikan tempat pembuangan sampah.
Kondisi tersebut mendorong tokoh masyarakat setempat, Bob Permana, mencari solusi untuk mengatasi dua persoalan sekaligus, yaitu kerusakan lingkungan dan pemulihan penghidupan warga.
Bob kemudian berinisiatif memberdayakan para pemuda di Lembak melalui proyek pembersihan Danau Shuji.
Dengan menggunakan biaya dari kantong pribadi, Bob menggerakkan pemuda di Lembak untuk mulai membersihkan kawasan danau tersebut. Sekitar enam bulan kemudian, wajah Danau Shuji berubah total. Tidak ada lagi tumpukan sampah, batang pohon yang berserakan, maupun air danau yang keruh.
Langkah Bob tidak berhenti di situ. Ia mulai mempersiapkan Danau Shuji sebagai destinasi wisata baru, dengan harapan sektor pariwisata ini mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang berkelanjutan bagi warga Lembak.
Kegigihan Bob dalam mengembalikan harapan masyarakat Lembak pascapandemi tersebut menarik perhatian Pertamina EP Prabumulih Field.
Perusahaan yang merupakan bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 tersebut membantu Bob dan kawan-kawan dalam mengolah sampah pada tahap awal pembinaan. Selanjutnya, pendampingan berlanjut secara terstruktur melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) bertajuk MBAK DEWI SHUJI (Lembak Desa Wisata Shuji).
PEP Prabumulih Field memberikan berbagai pelatihan keterampilan, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta manajemen pengelolaan desa wisata.
Selain itu, perusahaan memberikan bantuan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 8,72 kWp yang dilengkapi baterai 10 kWh. Panel surya tersebut berfungsi sebagai penyedia energi listrik alternatif di lokasi wisata Danau Shuji sekaligus menjadi sarana edukasi bagi wisatawan dan masyarakat sekitar mengenai pentingnya transisi energi.

Program Pengembangan Masyarakat (PPM) ini berjalan secara konsisten sejak tahun 2021 hingga 2025. Saat ini, program pendampingan PEP Prabumulih Field di Danau Shuji telah memasuki tahap selesai atau exit program. Pembinaan terintegrasi selama lima tahun tersebut berhasil mewujudkan kemandirian di Desa Wisata Danau Shuji.
Kini, Danau Shuji menjadi destinasi unggulan yang ramai dikunjungi masyarakat di Muara Enim. Bahkan, cakupan pengunjung meluas hingga berasal dari Palembang, Lampung, Lubuklinggau, Bengkulu, dan Bangka.
Selain menikmati keindahan alam danau, para wisatawan dapat menikmati fasilitas wahana perahu, sepeda air, piknik di saung, serta bersantai sembari menikmati kuliner di tepi danau.
Pengembangan Danau Shuji tidak hanya menyelesaikan permasalahan lingkungan terkait penanganan sampah, tetapi juga berhasil menjawab tantangan keterbatasan lapangan pekerjaan di Lembak, Muara Enim.
Sebanyak 30 warga setempat kini bekerja sebagai tenaga pengawas dan pelayan wisata saat akhir pekan atau musim liburan. Para pekerja tersebut juga tetap dapat mengelola perkebunan mereka di luar musim liburan.
Kehadiran Desa Wisata Danau Shuji turut mendongkrak pertumbuhan pelaku UMKM lokal, terutama perajin kerupuk, opak, dan kemplang khas Desa Lembak. Warga sekitar memasarkan produk-produk tersebut di sepanjang jalur akses menuju lokasi danau.
Pendapatan yang diperoleh dari sektor wisata Danau Shuji tidak hanya dinikmati oleh Bob dan para pekerja. Sebagian dari keuntungan bersih dialokasikan untuk membantu masjid-masjid setempat dan mendukung operasional Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Bob berkomitmen agar manfaat ekonomi dari keberadaan Danau Shuji dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat sekitar.
"Kami tidak pernah membayangkan tempat yang dulu kumuh dan menjadi lokasi pembuangan sampah kini bisa menjadi tujuan wisata yang memberi manfaat bagi masyarakat. Yang terpenting bagi kami adalah lingkungan menjadi lebih bersih, pemuda memiliki kegiatan yang positif, dan masyarakat bisa memperoleh tambahan penghasilan," kata Bob.
Kepedulian Bob terhadap lingkungan dan masyarakat di Lembak menjadi motor pendorong bagi PEP Prabumulih Field untuk terus tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan. Pihak manajemen berkomitmen menyebarkan semangat perjuangan lingkungan ini ke wilayah operasional lainnya.
Manager Community Involvement and Development PHR, Iwan Ridwan Faizal, di Prabumulih, Senin (29/6/2026), menegaskan bahwa Pertamina EP Prabumulih melalui program PPM terus berkomitmen mendukung pemberdayaan masyarakat, menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan, serta memberikan dampak positif yang nyata bagi lingkungan sekitar.
Transformasi Danau Shuji membuktikan bahwa pengelolaan sampah yang tepat dan kepedulian tinggi terhadap lingkungan dapat menjadi stimulus utama lahirnya multiplier effect di bidang ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Semangat ini sejalan dengan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berperan aktif menjaga keberlanjutan bumi.
Semangat menjaga kelestarian lingkungan hidup ini terus diimplementasikan di lingkungan PHR Zona 4. Selain melalui program pemberdayaan masyarakat seperti Danau Shuji, perusahaan juga menggelar berbagai kegiatan strategis.
Dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup tahun ini, PHR Zona 4 bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Prabumulih mengampanyekan pesan-pesan edukasi lingkungan kepada pelajar, menyelenggarakan kompetisi bertema lingkungan, serta melakukan penanaman pohon buah produktif.
Selain itu, dilakukan pula penanaman pohon pelindung sebagai wujud nyata implementasi program konservasi habitat gajah di kawasan hutan Benakat Semanggus, Sumatera Selatan. Aksi ini bertujuan untuk memulihkan ekosistem sekaligus menyediakan tanaman pakan bagi populasi gajah setempat.
Sebagai informasi, PHR Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra yang dipimpin oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). PHR Zona 4 mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE R
Wilayah kerja tersebut tersebar di dua kota, yaitu Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten yang meliputi Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu. Operasional PHR Zona 4 berjalan di bawah koordinasi serta pengawasan dari SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).(***)
Pewarta: Pewarta Sumsel
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
