Logo Header Antaranews Sumsel

Kabupaten OKU Selatan bangun RSUD Muaradua jadi rumah sakit modern

Kamis, 25 Juni 2026 09:05 WIB
Image Print
Bupati OKU Selatan Abusama (tengah) meninjau progres pembangunan RSUD Muaradua, Rabu. ANTARA/HO/Diskominfo OKU Selatan

Muaradua (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan membangun RSUD Muaradua menjadi rumah sakit rujukan regional modern dan terintegrasi bagi masyarakat di wilayah itu.

"Pengembangan rumah sakit ini dibangun lewat Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) melalui peningkatan pelayanan kesehatan daerah yang dilaksanakan oleh PT Hutama Karya," kata Bupati OKU Selatan Abusama dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA dari Baturaja, Rabu.

Dia menjelaskan, PHTC sendiri merupakan program strategis nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Maju 2045, khususnya dalam sektor kesehatan.

Salah satu fokus utama program ini ialah pembangunan dan meningkatkan kualitas rumah sakit daerah, termasuk peningkatan status Rumah Sakit Tipe D menjadi Tipe C sesuai arah pembangunan kesehatan nasional Tahun 2025-2029.

"Dalam konteks Kabupaten OKU Selatan, program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas RSUD Muaradua dari Rumah Sakit Tipe D menjadi Rumah Sakit Tipe C," katanya.

Peningkatan tersebut diharapkan mampu memperluas jenis layanan medis, menambah ketersediaan dokter spesialis, meningkatkan sarana dan prasarana, serta memperkuat mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

"Pelaksanaan pembangunan yang saat ini mulai berjalan diharapkan selesai tepat waktu sehingga bisa meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten OKU Selatan," harapnya.

Sementara, Pelaksana Tugas Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Hamdani sebelumnya menyampaikan bahwa pengembangan RSUD Muaradua menjadi rumah sakit rujukan regional tahun ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pemerataan layanan kesehatan berkualitas di daerah.

"Rumah sakit ini dikembangkan di atas lahan seluas 30.320 meter persegi," katanya.

Dari total lahan tersebut, sekitar 16.493 meter persegi dialokasikan untuk bangunan utama rumah sakit atau sekitar 54 persen area.

Sementara 8.749 meter persegi lainnya dipertahankan sebagai ruang hijau guna mendukung konsep healing environment yang nyaman bagi pasien dan keluarga.

Berbagai fasilitas prioritas disiapkan dalam pengembangan RSUD Muaradua mulai dari poliklinik, radiologi, laboratorium, ruang operasi, cathlab, Intensive Care Unit (ICU), ruang rawat inap KRIS, ruang VIP, hingga area publik rumah sakit.

Selain layanan spesialis dasar seperti penyakit dalam, anak, bedah, serta kebidanan dan kandungan, rumah sakit ini juga akan diperkuat dengan layanan penunjang prioritas meliputi radiologi, anestesi, patologi klinik, layanan jantung, dan layanan stroke.

Penataan kawasan rumah sakit dirancang menggunakan pendekatan konstruksi terintegrasi dengan pembagian zona publik, semi publik, privat, dan servis.

Konsep tersebut diterapkan untuk memastikan alur pasien, tenaga medis, pengunjung, dan distribusi logistik berjalan tertata tanpa saling mengganggu.

Untuk area layanan kritis seperti IGD, ICU, ruang operasi, dan Modular Operating Theater (MOT), kata dia, ditempatkan pada titik strategis guna mempercepat penanganan pasien serta meningkatkan efektivitas layanan medis.

Dari sisi desain, RSUD Muaradua mengusung konsep human-centered design dengan memaksimalkan pencahayaan alami, penggunaan warna teduh, serta material yang mendukung higienitas dan kenyamanan ruang.

Untuk ruang tindakan khusus seperti CT Scan, cathlab, dan ruang operasi, digunakan lantai vinyl antistatis dan material khusus sesuai standar keselamatan fasilitas kesehatan modern.

Area nurse station juga dirancang menggunakan material solid surface dan stainless steel guna meningkatkan higienitas dan daya tahan fasilitas.

"Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya menerapkan teknologi Building Information Modeling (BIM) untuk mendukung koordinasi pekerjaan arsitektur, struktur, dan utilitas secara presisi melalui simulasi digital konstruksi," tegasnya.

Perusahaan juga memanfaatkan Project Management Information System (PMIS) guna memantau progres pekerjaan, pengendalian mutu, administrasi proyek, hingga pelaksanaan konstruksi secara real time.

"Pengembangan RSUD Muaradua tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas layanan medis, tetapi juga menghadirkan infrastruktur kesehatan yang lebih aman, nyaman, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Dia menambahkan, pemanfaatan teknologi digital konstruksi menjadi bagian penting untuk memastikan kualitas pembangunan berjalan optimal sesuai standar fasilitas kesehatan modern.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026