Logo Header Antaranews Sumsel

Tiga dusun di OKU Selatan terisolasi akibat jembatan ambruk

Selasa, 16 Juni 2026 18:43 WIB
Image Print
BPBD bersama Dinas PUPR OKU Selatan melakukan kaji cepat jembatan ambruk, Senin. ANTARA/HO/BPBD OKU Selatan

Muaradua (ANTARA) - Warga tiga dusun di Desa Simpang Sender Tengah, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah (BPRRT), Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan terancam terisolasi akibat jembatan penghubung ambruk karena faktor usia.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan Heri Pramono saat dihubungi dari Baturaja, Senin mengatakan bahwa jembatan tersebut ambruk pada Minggu (14/6) sekitar pukul 16.00 WIB.

Naasnya, saat jembatan ambruk terdapat satu unit kendaraan truk yang melintas sehingga jatuh ke jurang.

"Jembatan ambruk diduga karena faktor usia dan tidak kuat menahan beban muatan truk yang melebihi tonase. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan truk yang masuk ke jurang juga sudah dievakuasi," katanya.

Akibat peristiwa tersebut mobilitas masyarakat di Dusun 3, Dusun 4, dan Dusun 5, Desa Simpang Sender Tengah putus total.

"Sementara waktu warga harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu cukup lama untuk beraktivitas sehari-hari," ungkapnya.

BPBD bersama Dinas PUPR OKU Selatan sudah turun ke lokasi untuk melakukan survei dan kaji cepat guna memetakan kerusakan pada jembatan serta menyiapkan penanganan darurat agar aktivitas masyarakat kembali normal.

“Prioritas kami memastikan warga tidak nekat melintas dan menyiapkan skema penanganan sementara,” ujarnya.

Sementara, Bupati OKU Selatan Abusama mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri melintas di jembatan rusak dan mematuhi arahan petugas guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

“Kami minta warga bersabar dan utamakan keselamatan. Pemkab OKU Selatan berupaya maksimal agar proses penanganan dan pembangunan ulang jembatan ini dipercepat,” tegas Bupati.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026