Logo Header Antaranews Sumsel

Sebanyak 6.699 kasus TBC ditemukan di Sumsel hingga Mei 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 16:40 WIB
Image Print
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel Ira Primadesa. ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri

Palembang (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat sebanyak 6.699 kasus tuberkulosis (TBC) ditemukan di wilayah tersebut hingga akhir Mei 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel Ira Primadesa di Palembang, Sabtu, mengatakan jumlah tersebut terdiri atas 6.574 kasus TBC sensitif obat (SO) dan 125 kasus TBC resistan obat (RO).

"Berdasarkan data SITB per 27 Mei 2026, akumulasi temuan kasus TBC di Sumatera Selatan mencapai 6.699 kasus," katanya.

Ia menjelaskan Kota Palembang menjadi daerah dengan jumlah temuan kasus tertinggi di Sumatera Selatan. Hingga akhir Mei 2026, kasus TBC di kota tersebut mencapai 2.111 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 2.073 kasus merupakan TBC sensitif obat dan 38 kasus TBC resistan obat.

Tingginya jumlah kasus di Kota Palembang dipengaruhi oleh kepadatan penduduk dan tingginya aktivitas serta interaksi sosial masyarakat sehingga meningkatkan risiko penularan penyakit tersebut.

Meski demikian, upaya penanganan terus dilakukan melalui peningkatan cakupan pengobatan bagi penderita TBC. Saat ini, cakupan pengobatan di Kota Palembang telah mencapai sekitar 73 persen atau menjangkau sekitar 6.000 pasien.

Berdasarkan jumlah warga yang berisiko terpapar TBC di Kota Palembang diperkirakan mencapai lebih dari 9.000 orang sehingga diperlukan upaya deteksi dini dan pengobatan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Trisnawarman mengatakan tren penemuan kasus TBC di daerah tersebut memang mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Memang kasus TBC di Sumatera Selatan cukup tinggi, terutama di Kota Palembang, Lubuklinggau, dan Prabumulih. Kalau kita lihat perkembangannya, memang ada peningkatan kasus dari tahun 2025 ke 2026," ujarnya.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026