Logo Header Antaranews Sumsel

KPK periksa Bupati Muara Enim nonaktif usai OTT lanjutan

Kamis, 11 Juni 2026 14:49 WIB
Image Print
Bupati Muara Enim Edison (kedua kanan). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/kye

Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Bupati Muara Enim nonaktif Edison dan pegawai pemasaran PT Millenium Solusi Abadi Cory Erin Hardi seusai operasi tangkap tangan (OTT) lanjutan yang menjerat lima aparatur sipil negara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Rabu (10/6) malam.

"Benar, untuk menjalani pemeriksaan terkait dengan tangkap tangan," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Kamis.

Budi mengatakan pemeriksaan terhadap kedua tersangka dilakukan untuk membantu penyidikan OTT lanjutan yang berkaitan dengan dugaan pengaturan temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada Pemerintah Kabupaten Muara Enim.

Sebelumnya, pada 8 Juni 2026, KPK menangkap 10 orang dalam OTT. Lima orang ditangkap di Jakarta dan lima lainnya di Sumatera Selatan.

Dalam OTT ke-12 yang dilakukan KPK sepanjang 2026 tersebut, Bupati Muara Enim Edison menjadi salah satu dari 10 orang yang diamankan.

Pada 9 Juni 2026, KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa serta penerimaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim tahun anggaran 2025-2026.

Keempat tersangka tersebut adalah Edison, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim Abi Nurwardani, pegawai pemasaran PT Millenium Solusi Abadi Cory Erin Hardi, dan Adi Triyadi yang merupakan keponakan Edison.

Pada 10 Juni 2026, KPK kembali melakukan OTT lanjutan dan menangkap lima aparatur sipil negara (ASN) BPK RI. Operasi tersebut menjadi OTT ke-13 yang dilakukan KPK sepanjang 2026.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KPK periksa Bupati Muara Enim nonaktif usai OTT lanjutan



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026