Logo Header Antaranews Sumsel

Petani Banyuasin adopsi teknologi Proliga dan pemasaran digital

Rabu, 10 Juni 2026 11:56 WIB
Image Print
Kelompok Tani (Poktan) Sido Makmur di Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, mulai mengadopsi teknologi pertanian Proliga serta strategi pemasaran digital guna meningkatkan produktivitas dan nilai jual budidaya cabai keriting. ANTARA/HO/Universitas IBA

Palembang (ANTARA) - Kelompok Tani (Poktan) Sido Makmur di Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, mulai mengadopsi teknologi pertanian Proliga serta strategi pemasaran digital guna meningkatkan produktivitas dan nilai jual budidaya cabai keriting.

Modernisasi sistem pertanian tersebut dilakukan melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas IBA Palembang yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM) tahun anggaran 2025.

Ketua Tim PKM Universitas IBA Yursida di Palembang, Rabu, mengatakan bahwa penerapan teknologi Proliga (produksi lipat ganda) dipadukan dengan bibit unggul varietas Neno IPB untuk memastikan hasil panen petani lokal dapat meningkat drastis.

"Kami mengedukasi petani mengenai diversifikasi usaha tani lewat pendirian lahan percontohan (*demplot*). Bibit varietas Neno IPB ini dipilih karena termasuk varietas unggul yang telah teruji dalam riset kami sebelumnya," kata Yursida.

Dia menjelaskan, program pemberdayaan yang dilaksanakan secara berkala sejak 2 Oktober 2025 ini tidak hanya menyasar pada proses hulu atau teknik penanaman di lahan. Petani juga dibekali kemampuan mitigasi di lapangan berupa pengenalan hama penyakit tanaman serta teknik pengendaliannya.

Lebih dari itu, guna menjawab tantangan pasar modern, para petani lokal ini juga dilatih untuk menguasai manajemen pemasaran pascapanen berbasis digital (digital marketing). Materi hilirisasi tersebut diberikan untuk memotong rantai distribusi agar petani bisa menikmati keuntungan yang lebih besar.

Dalam pelaksanaan program di lapangan, tim dosen Universitas IBA yang beranggotakan Karlin Agustina dan Pandriadi, turut melibatkan peran aktif mahasiswa Fakultas Pertanian, yakni M. Wahyu Firmansyah dan Zulika Fatimah Wiwiti.

Yursida berharap integrasi antara pemanfaatan teknologi budidaya di hulu dan penguasaan pasar digital di hilir dapat mempercepat peningkatan taraf hidup serta pendapatan ekonomi para petani di Kabupaten Banyuasin.

Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini mendapat dukungan kuat dari Pemerintah Kabupaten Banyuasin serta otoritas terkait, yang dihadiri oleh Rektor Universitas IBA Lily Rahmawati Harahap, Camat Talang Kelapa Salinan, Lurah Tanah Mas Indah Zaidan Jauhari, petugas penyuluh lapangan (PPL), hingga jajaran TNI dan Polri setempat.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026