Logo Header Antaranews Sumsel

DPMPTSP Sumsel: Singapura penyumbang PMA terbesar pada Triwulan I 2026

Selasa, 9 Juni 2026 11:16 WIB
Image Print
Kepala Pokja Data dan Informasi DPMPTSP Sumatera Selatan Eko Agusrianto. ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri

Palembang (ANTARA) - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat Singapura menjadi penyumbang terbesar Penanaman Modal Asing (PMA) di provinsi tersebut pada Triwulan I 2026 dengan nilai investasi mencapai Rp1,42 triliun.

Kepala Pokja Data dan Informasi DPMPTSP Sumatera Selatan Eko Agusrianto di Palembang, Rabu, mengatakan nilai investasi dari Singapura tersebut berkontribusi sebesar 55,82 persen dari total PMA yang masuk ke Sumsel selama periode Januari-Maret 2026.

"Total realisasi investasi pada Triwulan I 2026 mencapai Rp12,96 triliun, terdiri atas PMA sebesar Rp2,54 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp10,43 triliun," katanya.

Selain Singapura, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menjadi penyumbang PMA terbesar kedua dengan nilai investasi Rp408 miliar atau 16,11 persen dari total PMA. Jepang berada di posisi ketiga dengan realisasi investasi sebesar Rp340 miliar atau 13,41 persen.

Sementara itu, Belanda menempati peringkat keempat dengan nilai investasi Rp101 miliar atau 4,02 persen, disusul Inggris sebesar Rp73 miliar atau 2,91 persen.

Investasi asing yang masuk ke Sumatera Selatan masih didominasi negara-negara Asia. Singapura menjadi kontributor utama dengan porsi lebih dari separuh total PMA yang terealisasi pada awal tahun ini.

Dari sisi sektor usaha, industri kertas dan percetakan menjadi sektor penyumbang PMA terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp1,2 triliun. Sektor tersebut diikuti sektor listrik, gas dan air sebesar Rp407 miliar, sektor kehutanan Rp181 miliar, industri makanan Rp145 miliar, serta sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi sebesar Rp131 miliar.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan pada 2026 memiliki target investasi sebesar Rp44,63 triliun sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Sementara target yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencapai Rp73,7 triliun.

Untuk mencapai target tersebut, DPMPTSP Sumsel terus mendorong percepatan investasi melalui pendampingan pelaku usaha, fasilitasi perizinan, penguatan pelaporan kegiatan penanaman modal, serta koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota.

Selain itu, monitoring dan evaluasi proyek investasi juga dilakukan secara berkala dengan meninjau langsung lokasi kegiatan usaha guna memastikan realisasi investasi berjalan sesuai rencana.

"Kami juga melihat apakah terdapat kendala atau hambatan dalam realisasi proyek. Jika ada permasalahan, kami akan memfasilitasi penyelesaiannya sesuai kewenangan DPMPTSP. Apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut, akan kami koordinasikan dengan BKPM dan Satgas Percepatan Investasi," kata Eko.



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026