Logo Header Antaranews Sumsel

FESyar Sumatera 2026 perkuat sinergi ekonomi syariah daerah

Senin, 8 Juni 2026 15:17 WIB
Image Print
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Bambang Pramono dalam rangkaian penutupan FESyar Sumatera 2026 di Palembang, Minggu (8/6/2026). ANTARA/HO/BI Sumsel

Palembang (ANTARA) - Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 yang digelar selama tiga hari di Kota Palembang, Sumatera Selatan, memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung pada 5-7 Juni 2026 tersebut mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital" serta melibatkan Bank Indonesia, pemerintah daerah, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat umum.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Bambang Pramono dalam rangkaian penutupan FESyar Sumatera 2026 di Palembang, Minggu (7/6/2026), mengatakan FESyar Regional Sumatera merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

"FESyar Regional Sumatera merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan oleh 13 Kantor Perwakilan Bank Indonesia di wilayah Sumatera dan menjadi wadah kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekonomi syariah," katanya.

Menurutnya, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Potensi tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan halal value chain, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengembangan ekonomi pesantren, optimalisasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF), serta peningkatan akses keuangan syariah yang lebih luas.

FESyar Sumatera 2026 diselenggarakan di dua lokasi utama, yakni Palembang Icon Mall dan Palembang Sport and Convention Center (PSCC). Kegiatan tersebut mengusung tiga pilar utama, yaitu Sharia Fair, Sharia Education, dan Sharia Economic Forum.

Berbagai agenda digelar selama pelaksanaan kegiatan, mulai dari pameran produk halal melalui Halal Mart, business matching, seminar, talkshow, workshop, pelatihan, sertifikasi, hingga sejumlah kompetisi yang melibatkan peserta dari berbagai provinsi di Sumatera.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang dihadiri Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti dan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru. Pada malam harinya, masyarakat juga mengikuti tabligh akbar bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.

Pada pilar pendidikan syariah, FESyar menghadirkan seminar ekonomi dan keuangan syariah, talkshow literasi ekonomi syariah, serta diskusi mengenai optimalisasi dana ZISWAF yang menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Badan Wakaf Indonesia, perbankan syariah, akademisi, dan praktisi.

Selain itu, kegiatan juga diisi dengan program pemberdayaan seperti Training of Trainers (ToT) bagi kreator konten, dai dan daiyah, sertifikasi nazhir wakaf, serta berbagai kompetisi antara lain Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN), Modest Fashion Designer Competition, Kompetisi Konten Ekonomi Syariah, Kompetisi Dakwah Ekonomi Syariah, dan Halal Chef Competition.

Bambang mengatakan berbagai program tersebut merupakan bentuk nyata sinergi dalam memperluas manfaat ekonomi syariah bagi masyarakat.

Ia berharap kolaborasi yang telah terbangun selama penyelenggaraan FESyar dapat terus berlanjut melalui berbagai program penguatan UMKM halal, pemberdayaan pesantren, optimalisasi ZISWAF, dan pengembangan ekonomi syariah di daerah.

Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Daerah Provinsi Sumatera Selatan Basyaruddin Akhmad mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan FESyar Sumatera 2026 di Palembang.

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada Sumatera Selatan sebagai tuan rumah menjadi bukti komitmen daerah dalam mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

"Penyelenggaraan FESyar diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi syariah di Indonesia," kata dia.(***)



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026