
Investasidi Sumsel pada triwulan I 2026 capai Rp12,96 triliun

Palembang, Sumsel (ANTARA) - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumatera Selatan (DPMPTSP Sumsel) mencatat realisasi investasi di wilayahnya pada triwulan I 2026 mencapai Rp12,96 triliun.
Kepala Pokja Data dan Informasi DPMTSP Sumsel Eko Agusrianto di Palembang, Sumsel, Rabu, mengatakan realisasi itu terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp2,54 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp10,43 triliun.
"Berdasarkan perbandingan year on year, PMA mengalami penurunan sebesar 34,54 persen. Sementara, PMDN meningkat dari Rp9,84 triliun pada tahun 2025 menjadi Rp10,43 triliun pada tahun 2026 atau naik 5,99 persen," katanya.
Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan investasi domestik yang tetap positif, meskipun investasi asing mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ia menjelaskan salah satu faktor yang mendorong peningkatan PMDN adalah semakin tingginya kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal.
Pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota terus mendorong serta memfasilitasi pelaku usaha yang mengalami kendala dalam pelaporan investasi karena data tersebut menjadi dasar dalam melihat perkembangan nilai investasi di Sumatera Selatan.
Selain itu, peningkatan investasi juga didukung oleh bertambahnya penerbitan nomor induk berusaha (NIB), terutama dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.
"Peningkatan penerbitan NIB ini juga didorong oleh pelayanan perizinan yang semakin baik," jelasnya.
DPMPTSP Sumsel juga aktif melakukan pendampingan langsung kepada pelaku usaha di lapangan bersama pemangku kepentingan terkait dan pemerintah daerah.
Langkah tersebut dilakukan untuk membantu pelaku usaha yang masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan jaringan internet hingga kurangnya pemahaman mengenai proses perizinan.
Pada sektor PMA, sektor industri kertas dan percetakan masih menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp1,2 triliun.
Selanjutnya, diikuti sektor listrik, gas dan air Rp407 miliar, sektor kehutanan Rp181 miliar, industri makanan Rp145 miliar, serta sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi Rp131 miliar.
Sedangkan, sektor PMDN, sektor pertambangan masih mendominasi dengan nilai investasi sebesar Rp2,7 triliun, sektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan sebesar Rp2,07 triliun, disusul industri makanan Rp1,62 triliun, industri kimia dan farmasi Rp1,47 triliun, serta sektor konstruksi yang mencapai Rp894 miliar atau sekitar 8,58 persen dari total PMDN.
Untuk 2026, Sumsel memiliki dua target investasi yang menjadi acuan, yakni target kinerja RPJMD Sumsel sebesar Rp44,63 triliun dan target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebesar Rp73,7 triliun.
Pihaknya optimistis dapat mencapai kedua target tersebut melalui berbagai upaya percepatan investasi, mulai dari pendampingan pelaku usaha, fasilitasi perizinan, penguatan pelaporan investasi hingga koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota serta berbagai pemangku kepentingan.
Selain itu, DPMPTSP Sumsel bersama pemerintah daerah terus melakukan monitoring dan evaluasi realisasi investasi dengan turun langsung ke lokasi proyek untuk memastikan perkembangan investasi berjalan sesuai rencana.
"Kami juga melihat apakah terdapat kendala atau hambatan dalam realisasi proyek. Jika ada permasalahan, kami akan memfasilitasi penyelesaiannya sesuai kewenangan DPMPTSP. Apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut, akan kami koordinasikan dengan BKPM dan Satgas Percepatan Investasi," kata Eko.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
