
Peringati Hari Bumi, Kilang Plaju reduksi emisi CO2 hingga 97,8 Persen

Palembang (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju, Palembang, Sumatera Selatan, mereduksi emisi dari unit flaring hingga mencapai 97,8 persen melalui inovasi dekarbonisasi bertajuk COST FLORESS.
Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju, Siti Fauzia di Palembang, Rabu, mengatakan capaian signifikan ini bertepatan dengan momentum Hari Bumi 2026, yang sekaligus bukti nyata bahwa perusahaan mengakselerasi target nasional Net Zero Emission.
Momentum Hari Bumi tahun ini menjadi tonggak bagi perusahaan untuk terus menyelaraskan denyut operasional dengan keberlanjutan alam.
"Kami meyakini bahwa setiap energi yang diolah harus dibarengi dengan tanggung jawab lingkungan yang tinggi," kata Siti Fauzia.
Inovasi COST FLORESS (Crude Oil Selection and Flare Optimization for Reduce Loss) tersebut kini menjadi pilar utama Kilang Plaju dalam pelestarian lingkungan.
Program ini juga diusung sebagai program unggulan Eko-Inovasi dalam perhelatan PROPER Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) 2025.
Langkah strategis ini lahir sebagai manifestasi dedikasi perusahaan dalam menjawab tantangan operasional sekaligus meminimalkan jejak ekologis. Melalui COST FLORESS, Kilang Plaju mengoptimalkan seleksi bahan baku agar presisi dengan spesifikasi standar pengolahan.
Mekanisme tersebut menjamin stabilitas tekanan pada proses produksi, sehingga pembakaran gas sisa atau flaring dapat ditekan hingga ke titik paling efisien.
Berdasarkan data evaluasi program, implementasi inovasi ini tidak hanya berdampak pada emisi karbon, tetapi juga sukses menekan potensi penipisan ozon sebesar 71,96 persen. Selain itu, Kilang Plaju berhasil mendongkrak efisiensi penggunaan energi tak terbarukan (non-renewable) hingga menyentuh angka 49,89 persen.
Inovasi ini juga mengadopsi prinsip Ekonomi Sirkular dengan menyesuaikan luaran sistem pada ambang batas kemampuan penyerapan lingkungan. Hal ini dilakukan guna memastikan setiap proses operasional memberikan dampak negatif seminimal mungkin terhadap ekosistem global. (***)
Pewarta: Pewarta Sumsel
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
