
Ogan Ilir mulai aktifkan posko siaga karhutla hadapi kemarau

Palembang (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Ogan Ilir, Sumatera Selatan, mulai mengaktifkan posko siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah antisipasi dini menghadapi musim kemarau 2026.
Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo mengatakan bahwa pengaktifan posko dilakukan hingga tingkat desa guna mempercepat sosialisasi dan penanganan di lapangan.
“Pencegahan karhutla ditingkatkan menjelang kemarau yang berdasarkan data BMKG diprediksi berlangsung pada Mei hingga Juni 2026,” kata Bagus dalam rapat bersama Pemkab Ogan Ilir di Ogan Ilir, Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa sosialisasi larangan membuka lahan dengan cara membakar dilakukan secara preventif dan humanis.
Selain itu, penanggulangan di lapangan harus dilakukan secara cepat dan terpadu guna meminimalkan sebaran api serta dampak asap jika terjadi kebakaran.
Menurutnya, pencegahan karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama solid dari seluruh pihak, termasuk masyarakat dan perusahaan.
Selain mengedepankan pemadaman dini dan koordinasi bantuan pemadaman udara, aparat kepolisian berkomitmen melaksanakan penegakan hukum secara tegas terhadap pelaku yang terbukti melakukan pembakaran lahan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana asap.
"Karhutla dinilai dapat menimbulkan dampak luas, mulai dari gangguan kesehatan masyarakat, kerusakan lingkungan, hingga hambatan terhadap perekonomian daerah," kata Panca.
Adapun langkah-langkah strategis yang dijalankan meliputi optimalisasi patroli terpadu di wilayah rawan titik panas (hotspot) secara rutin serta pengaktifan posko siaga di tingkat kecamatan dan desa.
Pemerintah daerah juga melibatkan pihak swasta dalam penyediaan sarana prasarana serta personel penanggulangan.
Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
