
PM Inggris Keir Starmer dan Donald Trump bahas pemulihan pelayaran di Selat Hormuz
Jakarta (ANTARA) - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer melakukan pembicaraan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump guna membahas langkah-langkah praktis untuk memulihkan pelayaran di Selat Hormuz, demikian keterangan kantor PM Inggris, Kamis malam waktu setempat.
Starmer melakukan kunjungan resmi ke Qatar pada Kamis setelah sebelumnya mengunjungi Arab Saudi. Rangkaian kunjungan ke negara-negara Teluk tersebut dilakukan segera setelah pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
"Perdana Menteri berbicara dengan Presiden Trump dari Qatar malam ini," tulis pernyataan resmi Downing Street.
Dalam pembicaraan tersebut, Starmer menyampaikan hasil diskusinya dengan para pemimpin negara Teluk dan perencana militer di kawasan mengenai pentingnya memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Inggris juga berupaya menggalang kemitraan internasional untuk menyepakati rencana yang dapat diterapkan secara konkret.
"Kedua pemimpin membahas perlunya rencana praktis agar aktivitas pelayaran dapat segera dilanjutkan secepat mungkin. Mereka sepakat untuk berkomunikasi kembali dalam waktu dekat," tambah pernyataan tersebut.
Selain berbicara dengan Trump, Starmer juga mengadakan pertemuan dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan di Abu Dhabi. Starmer menyambut baik tercapainya gencatan senjata dan mendesak semua pihak bekerja sama demi menciptakan perdamaian abadi di kawasan.
Terkait situasi di Selat Hormuz, kedua pemimpin menekankan pentingnya mendorong pemulihan arus barang secara bebas guna mendukung stabilitas rantai pasokan global. Kedua negara juga sepakat untuk terus memperkuat kerja sama bilateral.
Sebelumnya pada Selasa malam, Presiden AS Donald Trump menyatakan telah menyetujui gencatan senjata bilateral selama dua pekan dengan Iran. Trump juga memastikan bahwa Teheran telah sepakat untuk membuka kembali akses di Selat Hormuz.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran kemudian mengonfirmasi bahwa pihak Teheran akan memulai pembicaraan lebih lanjut dengan AS pada Jumat di Islamabad, Pakistan.
Pewarta: Katriana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026