
Polisi ungkap cairan dalam penipuan "black dollar" adalah air detergen

Jakarta (ANTARA) - Polisi mengungkap cairan khusus yang digunakan dalam modus penipuan dolar hitam atau black dollar oleh tiga pelaku asal Liberia terhadap korban asal Korea Selatan di wilayah Meruya, Jakarta Barat, adalah air detergen.
"Jadi, setelah kita lakukan pengecekan, cairan khusus tersebut adalah air putih biasa dicampur dengan detergen," kata Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol R Dwi Kennardi kepada wartawan di Jakarta, Selasa.
Cairan itu ditawarkan oleh para pelaku kepada korban seharga ribuan dolar Amerika Serikat (AS) untuk mencuci black dollar supaya menjadi uang dolar sungguhan.
"Terlapor menyampaikan dengan tipu muslihatnya bahwa cairan tersebut adalah cairan khusus untuk melunturkan black dollar tersebut atau uang hitam tersebut supaya menjadi dolar asli," ujar Kenn.
Seperti diketahui, warga negara asing (WNA) asal Korea Selatan bernama Lee Byung Ok mengalami kerugian hingga mencapai Rp1,6 miliar dalam kasus tersebut.
Sementara itu, pihak kepolisian baru mengamankan dua orang tersangka WNA asal Liberia dalam kasus penipuan itu.
"Untuk tersangka, yaitu inisial IDK alias JK dan SDT alias JP, kemudian satu orang lagi PL alias P melarikan diri, dan saat ini sebagai DPO (daftar pencarian orang)," tutur Kenn.
Dolar hitam atau black dollar merupakan modus penipuan uang palsu yang dilakukan dengan menggunakan kertas berwarna hitam, biru atau putih (dilapisi karbon), yang diklaim sebagai mata uang asing (biasanya dolar Amerika Serikat atau USD) asli yang disamarkan.
Pelaku berdalih uang tersebut disamarkan dari Bea Cukai dan dapat dibersihkan dengan bahan kimia khusus, namun nyatanya, uang tersebut palsu atau hanya campuran sedikit uang asli.
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
