Logo Header Antaranews Sumsel

Naik kapal perang untuk mudik, dapat oleh-oleh cerita buat tanah udik

Kamis, 19 Maret 2026 21:09 WIB
Image Print
Foto udara kapal KRI Banda Aceh-593 yang mengangkut pemudik gratis bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (18/3/2026). KRI Banda Aceh-593 yang belayar dari Jakarta, mengangkut sebanyak 927 orang pemudik program gratis yang diinisiasi oleh TNI AL bersama Baznas tersebut tiba di Semarang menurunkan penumpang sebanyak 707 orang serta 261 unit sepeda motor dan sisanya akan melanjutkan perjalanan menuju Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/foc.

Jakarta (ANTARA) - Di hari-hari terakhir bulan suci Ramadan, kita akan kembali menyaksikan pergerakan besar masyarakat dari pusat-pusat urban ke kampung halaman mereka demi menghabiskan momen Idul Fitri 1447 Hijriyah bersama keluarga dan kerabat tercinta.

Menurut hasil survei nasional, sebagaimana diumumkan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, pergerakan masyarakat selama masa angkutan Lebaran 2026 diproyeksikan mencapai 143,91 juta orang atau hampir setengah dari populasi nasional Indonesia.

Dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/3), Presiden RI Prabowo Subianto meminta agar semua pihak mendukung kelancaran perjalanan arus mudik dan arus balik selama musim Lebaran kali ini.

Pesan tersebut juga disampaikan Presiden RI kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI), yang ia harapkan dapat mengerahkan kapal-kapal perangnya untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026.

"Angkatan Laut dan Angkatan Darat punya kapal-kapal, mungkin ini bisa diperbantukan, dikoordinasikan dengan Menhub," ujar Prabowo saat menyampaikan pengantarnya dalam rapat kabinet itu.

Menjawab instruksi langsung dari Prabowo, TNI Angkatan Laut (TNI AL) sedia mengerahkan kapal perang mereka demi membantu mobilisasi pemudik untuk pulang ke udik.

Dari Jakarta, TNI AL mengerahkan sekurangnya dua kapal tempurnya, yaitu KRI Banda Aceh-593 dan KRI Semarang-594, untuk mengapalkan para pemudik secara gratis.

Berlayar ke kampung

Kedua kapal tersebut berlayar ke tujuannya pekan ini, dengan 1.300 lebih pemudik pertama berlayar dengan KRI Semarang-594 pada Minggu (15/3) dan 1.447 pemudik lainnya berlayar ke belahan timur Jawa dengan KRI Banda Aceh-593 pada Selasa (17/3).

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan bahwa KRI Semarang-594 berlayar ke Kepulauan Bangka Belitung, dengan singgah di Pulau Bangka dan Pulau Belitung, sementara KRI Banda Aceh-593 berlayar ke Semarang di Jawa Tengah dan Surabaya di Jawa Timur.

Muhammad Ali memastikan bahwa kedua kapal perang yang dikerahkan untuk mudik tahun ini akan tetap bertugas melayani para pemudik hingga arus balik dengan pelayaran kembali ke Jakarta.

Menurut dia, pengerahan kapal kali ini mempertegas sikap TNI AL untuk selalu hadir membantu masyarakat dalam keadaan apapun, termasuk saat ingin mudik, sesuai dengan amanat Presiden Prabowo.

KRI Banda Aceh-539 singgah di Semarang pada Rabu (18/3) untuk menurunkan 707 pemudik pertama, sebelum melanjutkan pelayaran ke Surabaya dengan jumlah pemudik yang tersisa di atas kapal.

Lebih lanjut di Kepulauan Bangka Belitung, Komandan Pangkalan TNI AL Bangka Belitung (Danlanal) Kolonel Marinir Yulindo menyampaikan bahwa KRI Semarang-594 mengantar para pemudik dari Jakarta ke Pulau Bangka dan Pulau Belitung.

Rinciannya, 900 pemudik pertama turun di Pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu di Pulau Bangka pada Senin (16/3), sementara 400 pemudik sisanya melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir mereka di Pulau Belitung pada Selasa, kata dia.

Pada Ramadhan tahun ini, KRI Semarang-594 tidak hanya dikerahkan untuk membantu mudik. Sebelumnya, kapal tempur itu telah diperbantukan untuk kegiatan pesantren kilat di atas kapal bagi para pelajar, santri, dan mahasiswa pada 11—13 Maret 2026.

Adapun selama kegiatan tersebut, kapal perang itu berlayar di Teluk Jakarta, sementara para peserta mendalami keislamannya melalui ceramah agama, shalat tarawih dan tahajud berjamaah, serta kelas kajian dan sejarah agama.

Tak hanya melayani pemudik yang berlayar dari Pulau Jawa, TNI AL juga mengerahkan KRI Marlin-877 untuk mengangkut warga dari Kota Makassar sampai Kabupaten Kepulauan Selayar di Sulawesi Selatan.

Komandan Kodaeral VI Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz mengaku bahwa mudik dengan KRI Marlin-877 tersebut adalah spontanitas pihaknya untuk membantu mengatasi lonjakan mobilisasi masyarakat saat masa mudik Lebaran.

"Ini spontanitas saja karena ada banyak keluhan warga yang mau mudik sementara kapal lautnya terbatas, jadi kami menyiapkan kapal perang," ucap Andi Abdul Azis pada Kamis.

Dia juga mengatakan jika mudik gratis menggunakan kapal perang meringankan beban pihak kepolisian dalam mengurai kemacetan arus lalu lintas di darat karena banyaknya pergerakan mudik.

Pelayaran dengan menggunakan KRI Marlin-877 untuk rute Makassar-Selayar ditempuh selama 8 jam perjalanan dengan mengangkut warga yang mendaftar sebanyak 100 orang lebih.

Tak terlupakan

TNI AL hampir setiap tahun mengerahkan kapal tempur mereka untuk membantu mobilisasi pemudik. Pelayaran dengan KRI kali ini juga tidak akan berbeda dalam memberikan kesan yang amat menarik bagi para pemudik.

Begitu para pemudik naik ke kapal dalam. mereka tentu tak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk melihat-lihat isi kapal TNI AL yang menjaga bahari Indonesia selama ini.

Seorang pemudik dari Jakarta ke Bangka Belitung, Sudirman, mengaku bersyukur dapat ikut mudik gratis dengan KRI Semarang-594, sebuah pengalaman pertama menaiki kapal tempur yang ia katakan “tak akan terlupakan”.

“Program ini sangat membantu kami para perantau yang ingin pulang kampung. Biaya perjalanan biasanya cukup besar, tetapi dengan adanya mudik gratis ini kami bisa pulang dengan lebih ringan,” kata sang pemudik.

Sementara di Semarang, pemudik lainnya Annas Setyawan mengatakan kali ini ia dengan KRI Banda Aceh-593 bukan kali pertamanya. Ia mengaku pernah naik kapal tempur yang sama untuk mudik sekitar lima tahun yang lalu.

Annas, yang berlayar dari Jakarta itu, mengaku tidak bosan saat berlayar bersama KRI Banda Aceh-593 dari Jakarta. Ia memandang mudik dengan KRI tersebut memberi pengalaman yang unik serta pengetahuan baru terkait kapal perang bagi sang anak yang turut serta.

“Saya juga sambil momong anak, biar (dia dapat) pengetahuan juga” kata Annas, saat diwawancarai di atas motornya usai keluar dari kapal dan bersiap melanjutkan perjalanan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Masih di tempat yang sama, pemudik lainnya, Thamrin, mengaku senang melakukan mudik dengan KRI Banda Aceh-593, dengan menyoroti makanan yang ia dapatkan selama berlayar.

“Pengalamannya senang, dapat makan, dikasih buat buka puasa, sahurnya juga,” kata Thamrin.

Dikerahkannya kapal tempur TNI AL menjadi satu cerminan bahwa upaya melancarkan kepulangan para pemudik pada Lebaran tahun ini benar-benar melibatkan semua pihak, termasuk militer.

Di sisi lain, momen tersebut seperti membuka pintu besi yang pada hari-hari biasa menutup rapat kapal-kapal tempur tersebut supaya tidak dapat diakses masyarakat awam. Dengan pengalaman langsung ikut mudik dengan kapal tempur, masyarakat bisa lebih mengapresiasi kekuatan maritim Indonesia yang selama ini teguh menjaga laut Nusantara.

Dengan pengalaman pulang kampung yang unik tersebut, ribuan pemudik kini juga mendapat satu lagi bekal buah tangan bagi keluarga besar yang menunggu di kampung halaman, yaitu cerita menarik berlayar dengan kapal TNI AL.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Naik kapal perang untuk mudik, dapat oleh-oleh cerita buat tanah udik



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026