
Tim peneliti ungkap perjalanan 2.000 km Paus Biru Kerdil di Indonesia

Selama ini, kata dia, keterbatasan data membuat banyak kebijakan pengelolaan satwa migrasi disusun dengan informasi yang belum utuh. Jalur migrasi, area istirahat, hingga lokasi, penting untuk mencari makan belum sepenuhnya terpetakan.
Ekspedisi itu difasilitasi KI dengan melibatkan peneliti dari Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kupang, Conservation International Timor Leste, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTT, DKP Maluku, Elasmobranch Institute Indonesia, James Cook University, Thrive Conservation, Universidade Nacional Timor Lorosa’e, Universitas Muhammadiyah Kupang, dan Universitas Tribuana Kalabahi.
Rusydi, perwakilan peneliti dari Universitas Muhammadiyah Kupang, menyebutkan melalui ekspedisi itu para periset juga mencatat adanya variasi perilaku Paus Biru di beberapa lokasi.
Dia menjelaskan di tenggara Pulau Wetar beberapa paus teramati sedang logging atau beristirahat di permukaan.
"Sementara di Laut Sawu, paus cenderung terus bergerak kecuali di area tertentu seperti seamounts. Temuan ini tentu saja memperkaya pemahaman tentang penggunaan habitat oleh Paus Biru di kawasan timur Indonesia," katanya.
Lebih dari itu para periset juga mencatat sekitar 10-12 spesies megafauna laut selama ekspedisi.
Data pergerakan paus tentunya memiliki implikasi langsung pada kebijakan. Jalur migrasi dapat dibandingkan dengan jalur pelayaran, area penangkapan ikan, dan lokasi rumpon untuk mengidentifikasi potensi tumpang tindih dan risiko bagi paus.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Tim peneliti ungkap perjalanan 2.000 km Paus Biru Kerdil di Indonesia
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
