Logo Header Antaranews Sumsel

Pengawasan keluarga-literasi digital cegah anak terpapar radikalisme

Minggu, 1 Februari 2026 12:47 WIB
Image Print
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menemui anak yang diduga terpapar terorisme di Medan, Sumatra Utara, Minggu (1/2/2026). Anak tersebut berstatus sebagai saksi dalam proses penyelidikan dugaan tindak pidana terorisme di Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. ANTARA/HO-KemenPPPA
Berdasarkan hasil penyelidikan, anak diduga terpapar paham radikalisme melalui media sosial.

Hasil pemeriksaan psikologis terhadap anak menunjukkan adanya kerentanan pada aspek kognitif, emosional, serta kebutuhan penerimaan sosial yang tinggi, yang dapat meningkatkan risiko keterpengaruhan terhadap lingkungan atau kelompok tertentu.

Namun demikian, secara umum tidak ditemukan indikasi gangguan perilaku berat, sehingga pendekatan pemulihan berbasis keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial dinilai sangat penting untuk mendukung proses pemulihan anak secara optimal.

"Ruang digital menjadi salah satu medium yang membutuhkan perhatian serius dalam upaya pencegahan terpaparnya anak terhadap ideologi kekerasan. Kita harus memastikan anak mendapatkan dukungan psikologis yang tepat, penguatan karakter, serta lingkungan yang aman dan suportif agar dapat kembali tumbuh dan berkembang secara optimal," tambah Arifah Fauzi.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pengawasan keluarga-literasi digital cegah anak terpapar radikalisme

Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026