Antony menegaskan, fluktuasi harga saat ini harus dilihat sebagai konsolidasi pasar menuju fase pematangan, selebihnya, ketidakpastian kebijakan suku bunga masih menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan harga Bitcoin.
"Kebijakan suku bunga The Fed memiliki imbas terhadap pergerakan harga Bitcoin," katanya.
Selain itu, tambahnya, selama arah kebijakan masih belum pasti, volatilitas pasar akan tetap tinggi karena investor cenderung menunggu kejelasan sebelum kembali masuk.
Ia mengatakan, sinyal pemangkasan suku bunga di bulan Desember nantinya bisa menjadi titik balik penting, sebab perubahan arah kebijakan moneter berpotensi membuka ruang pemulihan harga di pasar kripto global.
"Dengan berakhirnya shutdown dan operasional regulator kembali berjalan, pasar memiliki ruang untuk menata ulang arah dalam beberapa minggu ke depan," ujar Antony.
Ia menjelaskan bahwa volatilitas saat ini tidak perlu disikapi dengan kepanikan, seluruh investor bisa tetap tenang dan fokus pada prinsip manajemen risiko.
Koreksi semacam ini, menurut dia bagian dari mekanisme pasar, dan setiap investor perlu meninjau kembali strategi investasi jangka panjang sesuai profil risiko masing-masing.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Indodax: Harga BTC turun di bawah 100.000 dolar AS, dinamika pasar
