Meski demikian, saat ini masih tersisa empat helikopter yang siaga untuk penanganan karhutla, terdiri atas tiga unit water bombing dan satu unit helikopter patroli udara.
“Secara keseluruhan, operasional helikopter untuk penanganan karhutla akan berakhir pada 5 November 2025. Namun, pelaksanaannya tetap akan menyesuaikan kondisi cuaca dari BMKG. Jika masih diperlukan, akan ada helikopter yang disiagakan untuk water bombing maupun patroli,” jelasnya.
Selama masa operasi tahun 2025, tiga helikopter patroli udara tercatat telah melakukan 139 sorti dengan total waktu terbang 495 jam. Sedangkan, helikopter water bombing telah melaksanakan 223 sorti dengan 5.338 kali penyiraman air atau setara 21,3 juta liter air, dengan total waktu terbang mencapai 783 jam.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPBD Sumsel: Operasional lima helikopter tangani karhutla berakhir
