Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan olimpiade tingkat nasional ini akan menjadi inspirasi bagi anak Banyuwangi untuk menjadi siswa yang memiliki kompetensi unggul.
"Mereka bisa berkompetisi dengan banyak kontingen dari daerah lain, semoga bisa saling memotivasi dan yang penting bisa saling mengenal dan saling sharing," ujarnya.
Ipuk juga berharap kompetisi itu bisa dimanfaatkan para peserta dari Banyuwangi untuk memperluas jejaring.
"Jangan hanya bertanding, tapi gunakan kesempatan ini untuk menambah relasi, yang nantinya bisa bermanfaat bagi kalian di kemudian hari," katanya.
Para peserta Olimpiade Matematika Gasing Tingkat Nasional 2025 ini berasal dari Jayapura, Bitung, Batanghari, Halmahera Tengah, Bangli, Humbang Hasundutan, Kediri, dan Bojonegoro. Banyuwangi sendiri menerjunkan 5 tim peserta yang sebelumnya telah melewati seleksi ketat di tingkat kabupaten.
Dalam olimpiade ini, ada lima ujian yang dipertandingkan, yaitu uji kemampuan numerasi, uji kreatif membuat alat peraga inovatif, berhitung sambil bermain.
Peserta juga ditantang mengintegrasikan budaya lokal dalam pembelajaran matematika, yakni uji berhitung cepat yang melatih cara berpikir cepat, tepat dan percaya diri.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pelajar SD berbagai daerah berkompetisi soal matematika metode Gasin
