
Makanan harus tertutup rapat untuk cegah kontaminasi

“Pengolahan makanan yang tidak optimal, kurang matang sehingga masih banyak bakteri yang ada di dalam makanan dari makanan mentah sebelumnya misalnya, dalam memasak daging kurang matang baik daging ayam atau daging sapi, itu semuanya bisa menjadi penyebab terjadinya keracunan makanannya,” kata Ali.
Ia juga mengatakan saat memasak air juga dipastikan sumber air tidak terkontaminasi bakteri yang bisa menyebabkan keracunan.
Ali mengatakan jika mendapati anak keracunan segera kirim ke klinik kesehatan atau puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan kesehatan yang optimal sehingga dampak yang lebih fatal bisa dihindari.
Apabila gejala keracunan cukup fatal seperti muntah atau diare terus menerus maka harus dirawat oleh dokter agar bisa diberikan infus dan obat sehingga kondisinya akan semakin baik.
Ia juga menyebut penggunaan air kelapa sebagai salah satu terapi bisa dilakukan namun bukan berarti sebagai penanganan utama saat keracunan.
Air kelapa bisa menggantikan elektrolit yang keluar ketika seseorang diare atau muntah akibat keracunannya, dan sebagian mungkin bisa menetralisir keracunan yang terjadi, namun sifatnya hanya sementara dan tetap perlu penanganan tenaga kesehatan.
Untuk menghindari keracunan, Ali menyarankan untuk menjaga kebersihan diri dan bahan makanan yang akan dikonsumsi serta mempertimbangkan pengolahan makanan yang baik dari sumber bahan makanan yang baik juga.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Makanan harus tertutup rapat untuk cegah kontaminasi
Pewarta: Fitra Ashari
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
