Namun melakukan kegiatan yang menyenangkan bukan sebagai alasan untuk justru lari dari sebuah masalah dan melupakan hal yang menjadi kewajiban inti seseorang.
"Aktivitas yang menyenangkan sebaiknya ditempatkan sebagai salah satu strategi pemulihan dan pemeliharaan mental, bukan sebagai dalih untuk menghindar. Bijaknya, seseorang tetap berfokus pada tanggung jawab inti, sambil menyisihkan waktu untuk kegiatan yang memberi energi positif agar kualitas hidup tetap terjaga," katanya.
Giftania mengatakan pentingnya keseimbangan diri juga sebagai cara menjaga psikologis agar tidak mengalami gangguan kesehatan mental yang dapat memengaruhi fungsi sehari-hari.
Ia pun menekankan jika saat melakukan aktivitas yang tadinya menyenangkan berubah jadi hilang minat, suasana hati tidak stabil atau muncul rasa sedih dan kehampaan baiknya mencari pertolongan profesional seperti psikolog dan psikiater.
"Konsultasi dengan psikolog atau psikiater tidak hanya membantu memahami apa yang sedang dialami, tetapi juga memberikan strategi penanganan yang tepat agar kondisi tidak berkembang menjadi lebih parah," kata Giftania.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Psikolog: Seimbangkan waktu untuk kesenangan diri dan tanggung jawab
