
Finex dorong literasi dan akses derivatif di tengah volatilitas global

"Meski sebagian investor global cenderung mengadopsi pendekatan konservatif cash is king, situasi saat ini juga membuka ruang bagi investor lokal untuk mengakses aset dengan valuasi yang lebih menarik," katanya.
Menurut Agung, instrumen seperti emas, minyak, perak, dan pasangan mata uang dinilai tetap menjanjikan, terutama dalam konteks pasar derivatif yang memungkinkan fleksibilitas posisi beli maupun jual.
Sejalan dengan visi memperluas literasi keuangan, Finex telah menyelenggarakan lebih dari 60 seminar edukasi trading di berbagai kota sepanjang tahun ini.
Perusahaan juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu trader dalam proses pengambilan keputusan.
"Namun, AI sebaiknya dipandang sebagai alat bantu, bukan pengganti analisis fundamental dan teknikal," ujarnya.
Finex yang merupakan broker berjangka yang terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dengan status A+++ menawarkan akses kepada berbagai instrumen perdagangan seperti mata uang, komoditas, dan indeks global.
Perusahaan tersebut menargetkan pertumbuhan pengguna aktif sebesar 40 persen hingga akhir 2025, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap diversifikasi investasi.
Dengan mengedepankan edukasi dan inovasi teknologi, Finex mengharapkan dapat memperkuat posisi pasar derivatif sebagai bagian dari ekosistem keuangan nasional yang inklusif dan adaptif terhadap dinamika global.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Finex dorong literasi dan akses derivatif di tengah volatilitas global
Pewarta: Muhammad Harianto
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
