Balai Karantina Sumsel fasilitasi ekspor komoditas perkebunan

id Balai Karantina, bkhit, karantinasumsel, fasilitasi, ekspor, komoditas, perkebunan, ekspir, vanili, teh

Balai Karantina Sumsel  fasilitasi ekspor komoditas perkebunan

Tim BKHIT Sumsel (ANTARA/Yudi Abdullah/25)

Palembang (ANTARA) - Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Sumatera Selatan memfasilitasi ekspor komoditas perkebunan dari sejumlah daerah di provinsi itu.

"Sekarang ada beberapa komoditas perkebunan dari sejumlah daerah Sumsel difasilitasi ekspor seperti teh dan vanili," kata
Plt Kepala Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Sumatera Selatan Donni Muksydayan di Palembang, Kamis.

Dia menjelaskan sejumlah komoditas perkebunan dari provinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu cukup diminati pasar luar negeri.

Sebagai gambaran teh asal provinsi setempat diekspor ke sejumlah negara tujuan seperti Malaysia dan Pakistan, sedangkan vanilli diekspor ke Perancis.

Dia menjelaskan untuk memfasilitasi ekspor komoditas perkebunan itu pihaknya membantu masyarakat petani dan pengusaha melakukan pendampingan proses karantina agar barang tersebut bisa diterima di negara tujuan.

"Dalam beberapa bulan terakhir, tim kami telah melakukan pemeriksaan dan standardisasi teh dan vanili asal Sumsel sesuai negara tujuan, seiring peningkatan ekspor komoditas tersebut," ujarnya.

Peran penting Karantina Indonesia dalam memastikan bahwa produk teh yang diekspor memenuhi standar keamanan pangan dan persyaratan teknis negara tujuan.

Rangkaian tindakan karantina dilakukan secara ketat, mulai dari pemeriksaan fisik, pengujian laboratorium, hingga penerbitan sertifikat fitosanitari.

Berdasarkan data, dari tahun ke tahun, pertumbuhan ekspor komoditas perkebunan seperti teh Sumsel terbilang signifikan, tahun 2022 total ekspor teh mencapai 181,5 ton dengan nilai Rp 3,5 miliar, tahun 2023 volume naik menjadi 466,1 ton senilai Rp 8,7 miliar.

Untuk Negara tujuan selain Malaysia dan Pakistan, negara tujuan ekspor lainnya yang menjadi langganan teh Sumsel adalah China, Rumania dan Turki.

Teh yang menjadi daya tarik utama bagi pasar internasional adalah teh bubuk asal Pagaralam, karena memiliki aroma harum yang khas dan cita rasa yang unik.

Teh tersebut telah melalui proses pengolahan yang modern dan higienis, sehingga memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku di negara tujuan ekspor, jelas Donni Muksydayan.

Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.