"Dalam beberapa bulan terakhir, tim kami telah melakukan pemeriksaan dan standardisasi teh dan vanili asal Sumsel sesuai negara tujuan, seiring peningkatan ekspor komoditas tersebut," ujarnya.
Peran penting Karantina Indonesia dalam memastikan bahwa produk teh yang diekspor memenuhi standar keamanan pangan dan persyaratan teknis negara tujuan.
Rangkaian tindakan karantina dilakukan secara ketat, mulai dari pemeriksaan fisik, pengujian laboratorium, hingga penerbitan sertifikat fitosanitari.
Berdasarkan data, dari tahun ke tahun, pertumbuhan ekspor komoditas perkebunan seperti teh Sumsel terbilang signifikan, tahun 2022 total ekspor teh mencapai 181,5 ton dengan nilai Rp 3,5 miliar, tahun 2023 volume naik menjadi 466,1 ton senilai Rp 8,7 miliar.
Untuk Negara tujuan selain Malaysia dan Pakistan, negara tujuan ekspor lainnya yang menjadi langganan teh Sumsel adalah China, Rumania dan Turki.
Teh yang menjadi daya tarik utama bagi pasar internasional adalah teh bubuk asal Pagaralam, karena memiliki aroma harum yang khas dan cita rasa yang unik.
Teh tersebut telah melalui proses pengolahan yang modern dan higienis, sehingga memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku di negara tujuan ekspor, jelas Donni Muksydayan.
Balai Karantina Sumsel fasilitasi ekspor komoditas perkebunan
Tim BKHIT Sumsel (ANTARA/Yudi Abdullah/25)
