MUBI angkat kisah perjuangan perempuan Indonesia di pameran "Herstory"
Ia menjelaskan kata herstory yang menjadi judul utama pameran, pertama kali ditulis oleh seorang tokoh feminisme dari Amerika Serikat yang juga merupakan jurnalis dan penyair yang hidup pada tahun 1968 bernama Robin Morgan.
"Herstory merupakan plesetan dari kata history, sebuah kritik terhadap penulisan sejarah yang terlampau his-story atau melulu dari sudut pandang laki-laki atau patriarki," ucap Zainal.
Dalam pameran nantinya para pengunjung akan diajak menikmati beberapa zonasi pameran yang terbagi dari Beranda, zona Ruang Gelap,zona Melawan Gelap, zona Terbit Terang Terpatri dalam Uang hingga Zona Balkon.
Pada zona Beranda para pengunjung akan merasakan suasana senja di depan rumah dengan suasana yang nyaman untuk bercengkrama.
Masuk ke zona Ruang Gelap, pengunjung akan merasakan suasana gelap yang menggambarkan keterbatasan ruang gerak perempuan. Artwork kasur, dapur, sumur dan lorong gelap menyimbolkan keterbelengguan perempuan hanya dalam peran domestik. Beberapa kisah yang diceritakan pada zona ini terkait dengan jerat pelacuran, perbudakan hingga budaya patriarki.
Masuk ke zona Melawan Gelap, ruangan menghadirkan narasi ketika para perempuan Nusantara muncul sebagai pembuka zaman dan melawan kegelapan. Di ruangan ini ada koleksi lima pahlawan perempuan seperti R.A Kartini, Martha Christina Tiahahu hingga Dewi Sartika.
Di area showcase-nya, pihak museum sudah menyiapkan obor yang mencerminkan semangat perlawanan lima pahlawan, cermin reflektif yang mengajak pengunjung bercermin pada semangat perlawanan mereka serta samsak tinju untuk menambah pengalaman simbolis.
Pada zona Terbit Terang diperlihatkan bahwa perempuan sudah merasakan kebebasan dan dapat berperan di segala bidang. Terdapat pop-up ragam profesi perempuan dalam standing akrilik serta display aksesoris yang diambil dari bagian atribut perempuan dalam uang.
Di zona Balkon yang dipenuhi cahaya matahari dan ornamen cerah, pengunjung dapat melihat bahwa perempuan dapat menempati pencapaian tinggi dan berprestasi. Zona ini dilengkapi dengan hasil karya mewarnai gambar yang dilakukan oleh anak-anak pelajar yang dipajang dalam tata pamer.
Zona terakhir adalah Koda yang menjadi tempat pengunjung mencurahkan kesan, pesan dan pengalamannya setelah menjelajahi ruang pameran.
Di setiap zonasi akan dipamerkan ragam koleksi uang yang relevan serta dilengkapi dengan media interaktif. Para pengunjung juga dapat melihat pembatik yang sedang mengukir di atas sebuah kain, serta mengetahui kutipan-kutipan menarik yang menonjolkan semangat perempuan untuk melawan stigma buruk dari masa ke masa.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: MUBI angkat kisah perjuangan perempuan Indonesia di pameran "Herstory"
"Herstory merupakan plesetan dari kata history, sebuah kritik terhadap penulisan sejarah yang terlampau his-story atau melulu dari sudut pandang laki-laki atau patriarki," ucap Zainal.
Dalam pameran nantinya para pengunjung akan diajak menikmati beberapa zonasi pameran yang terbagi dari Beranda, zona Ruang Gelap,zona Melawan Gelap, zona Terbit Terang Terpatri dalam Uang hingga Zona Balkon.
Pada zona Beranda para pengunjung akan merasakan suasana senja di depan rumah dengan suasana yang nyaman untuk bercengkrama.
Masuk ke zona Ruang Gelap, pengunjung akan merasakan suasana gelap yang menggambarkan keterbatasan ruang gerak perempuan. Artwork kasur, dapur, sumur dan lorong gelap menyimbolkan keterbelengguan perempuan hanya dalam peran domestik. Beberapa kisah yang diceritakan pada zona ini terkait dengan jerat pelacuran, perbudakan hingga budaya patriarki.
Masuk ke zona Melawan Gelap, ruangan menghadirkan narasi ketika para perempuan Nusantara muncul sebagai pembuka zaman dan melawan kegelapan. Di ruangan ini ada koleksi lima pahlawan perempuan seperti R.A Kartini, Martha Christina Tiahahu hingga Dewi Sartika.
Di area showcase-nya, pihak museum sudah menyiapkan obor yang mencerminkan semangat perlawanan lima pahlawan, cermin reflektif yang mengajak pengunjung bercermin pada semangat perlawanan mereka serta samsak tinju untuk menambah pengalaman simbolis.
Pada zona Terbit Terang diperlihatkan bahwa perempuan sudah merasakan kebebasan dan dapat berperan di segala bidang. Terdapat pop-up ragam profesi perempuan dalam standing akrilik serta display aksesoris yang diambil dari bagian atribut perempuan dalam uang.
Di zona Balkon yang dipenuhi cahaya matahari dan ornamen cerah, pengunjung dapat melihat bahwa perempuan dapat menempati pencapaian tinggi dan berprestasi. Zona ini dilengkapi dengan hasil karya mewarnai gambar yang dilakukan oleh anak-anak pelajar yang dipajang dalam tata pamer.
Zona terakhir adalah Koda yang menjadi tempat pengunjung mencurahkan kesan, pesan dan pengalamannya setelah menjelajahi ruang pameran.
Di setiap zonasi akan dipamerkan ragam koleksi uang yang relevan serta dilengkapi dengan media interaktif. Para pengunjung juga dapat melihat pembatik yang sedang mengukir di atas sebuah kain, serta mengetahui kutipan-kutipan menarik yang menonjolkan semangat perempuan untuk melawan stigma buruk dari masa ke masa.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: MUBI angkat kisah perjuangan perempuan Indonesia di pameran "Herstory"