KBRI Tokyo dorong kemitraan universitas Jepang dalam Merdeka Belajar

id merdeka belajar,kbri tokyo,universitas jepang

KBRI Tokyo dorong kemitraan universitas Jepang dalam Merdeka Belajar

Duta Besar RI untuk Jepang dan Federasi Mikronesia Heri Akhmadi saat memberikan sambutan di KBRI Tokyo. (ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu)

Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo mendorong kemitraan 11 perguruan tinggi terbaik di Jepang melalui program “Ambassador Goes to Campus” dalam program Merdeka Belajar. “Kami sudah menyiapkan selama satu tahun ini semacam kuliah umum di 11 universitas utama,” kata Duta Besar RI untuk Jepang dan Federasi Mikronesia Heri Akhmadi di Tokyo, Senin.

Selain kuliah umum, Heri menambahkan pihaknya juga memasukkan promosi kebudayaan di 11 universitas yang termasuk ke dalam 300 universitas terbaik versi QS Ranking itu.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Tokyo Yusli Wardiatno menjelaskan "Ambassador Goes to Campus" merupakan upaya untuk mengajak 11 universitas terbaik di Jepang bekerja sama dalam program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, yakni Indonesian International Student Mobility Award (IISMA), sebagai bagian dari program Merdeka Belajar.

IISMA memungkinkan mahasiswa-mahasiswa Indonesia untuk menempuh studi selama dua hingga empat semester di perguruan tinggi luar negeri yang terdaftar.

Yusli menyebutkan saat ini pihaknya sudah mengunjungi antara lain lima universitas melalui Ambassador Goes to Campus, yakni Universitas Osaka, Universitas Keio, Universitas Waseda, Universitas Tohoku dan Universitas Hokkaido. 

“Biasanya kita bertemu rektor untuk kerja sama IISMA dan menjelaskan program Merdeka Belajar untuk kemudian kita menawarkan perguruan tinggi Jepang membuka kampusnya di Indonesia,” katanya.

Yusli mengatakan saat ini beberapa universitas, seperti Ritsumeikan Asia Pacific University dan Tokyo Institut of Technology, sudah memiliki kantor di Indonesia, tetapi sebatas untuk urusan pendaftaran --bukan membuka kampus.

Karena itu pula, lanjut dia, mahasiswa Indonesia di dua kampus itu tergolong banyak, yakni sekitar 300 mahasiswa di Ritsumeikan Asia Pacific University dan 230 mahasiswa di Tokyo Institut of Technology.

Terkait program IISMA, dia menyebutkan baru satu universitas yang menyatakan tertarik, yaitu Universitas Osaka yang sudah menandatangani letter of intent.

“Untuk mengajak mereka mendaftar memang tidak mudah, karena tidak bisa satu kali menjelaskan ke mereka. Kita melakukan pendekatan personal terlebih dahulu baru melembaga,” katanya.

Yusli mengatakan pihaknya juga menyiapkan tujuan universitas lain yang tidak termasuk ke dalam peringkat atas dunia, namun memiliki potensi, seperti Universitas Ryukyus, Okinawa.

“Kita akan serius upayakan suara agar mereka mau menjadi mitra. Harus berkali-kali. Tidak bisa sekali bertemu langsung shake hands,” katanya.

Program Ambassador Goes to Campus berlangsung hingga akhir 2022. Dalam program itu, Dubes RI untuk Jepang memberikan kuliah umum terkait politik, ekonomi, sosial, dan budaya Indonesia.

Topik kuliah umum pun juga mengambil tema yang sesuai dengan kondisi dari wilayah tempat universitas itu berada, atau berdasarkan permintaan dari universitas itu sendiri. 

Saat menyampaikan kuliah umum di Universitas Tokoku, tema yang disampaikan adalah tentang mitigasi bencana.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2022