Merger BUMN pangan tingkatkan pengelolaan bisnis

id pengamat,merger bumn pangan,pengelolaan bisnis

Merger BUMN pangan tingkatkan pengelolaan bisnis

Ilustrasi petani mengangkut benih padi di Kawasan Tasikardi, Kramatwatu, Serang, Banten. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/foc.

Jakarta (ANTARA) - Pengamat BUMN Toto Pranoto dari Universitas Indonesia menilai penggabungan atau merger enam BUMN pangan menjadi tiga BUMN pangan dapat meningkatkan pengelolaan bisnis.

"Adanya merger ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan bisnis karena merger ini meningkatkan size volume bisnis serta peningkatan efisiensi operasional perusahaan," ujar Toto kepada ANTARA di Jakarta, Minggu.

Peningkatan tersebut, kata dia, dapat diwujudkan melalui business plan yang jelas atas target yang akan dieksekusi serta kemampuan kepemimpinan yang kuat atau strong leader untuk memimpin transformasi perusahaan.

"Ditambah lagi dukungan dana yg dibutuhkan untuk transformasi ini mengingat kebutuhan capex yang tinggi untuk peremajaan aset produktif," katanya.

Sebelumnya, Wakil Menteri (Wamen) BUMN II Pahala N Mansury mengungkapkan penggabungan atau merger enam BUMN menjadi tiga BUMN yang telah rampung merupakan momentum penting dalam rangka menuju pembentukan holding atau induk perusahaan BUMN pangan.

Menurut Pahala, penggabungan BUMN ini merupakan momentum penting dalam rangka menuju holding BUMN pangan, salah satu proses menuju holding pangan adalah merger dari 6 BUMN pangan menjadi tiga BUMN pangan.

Peningkatan ketahanan pangan Indonesia sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam rangka mencapai visi 2045.

Ia juga menyebut tujuan dari pembentukan holding pangan untuk meningkatkan inklusivitas, melakukan pemberdayaan nelayan, petani, dan juga para peternak serta meningkatkan kesejahteraan mereka.

Akta penggabungan enam BUMN pangan yang tergabung dalam BUMN klaster pangan telah ditandatangani pada hari Kamis (2/12) sehingga PT Bhanda Ghara Reksa gabung ke dalam PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), serta penggabungan PT Perikanan Nusantara ke dalam PT Perikanan Indonesia, dan penggabungan PT Pertani ke dalam PT Sang Hyang Seri.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2022