Sumsel anggarkan tunjangan tenaga pendidikan non ASN Rp25 miliar

id guru honor sumsel dapat tunjangan,tunjangan guru ,berita sumsel, berita palembang, antara palembang,tenaga pendidikan

Sumsel anggarkan tunjangan tenaga pendidikan  non ASN Rp25 miliar

Suasana kelas dalam pembelajaran tatap muka terbatas siswa SMA Negeri 17 Kota Palembang, Sumatera Selatan dengan jumlah siswa 50 persen dari okupansi kelas dan protokol kesehatan yang ketat seperti masker dan ada fiber pembatas antar meja siswa. ANTARA/M Riezko Bima Elko P/21

Sumatera Selatan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama DPRD Sumsel menganggarkan tunjangan tenaga pendidikan non Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tahun 2022 sebesar Rp25 miliar.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Syaiful Fadli di Palembang, Minggu mengatakan tunjangan tersebut ditujukan sebagai honor tambahan diluar gaji pokok tenaga pendidikan non ASN di jenjang pendidikan sekolah menengah atas atau kejuruan (SMA/SMK) dan sekolah luar biasa (SLB) se- Sumsel.

Besaran nilai tunjangan tersebut meningkat dibandingkan anggaran tahun 2021 senilai Rp21,1 miliar dengan jumlah penerima 9.335 orang tenaga pendidikan non ASN meliputi guru, tenaga administrasi sekolah, dan operator sekolah.

Sebab diperkirakan ada penambahan jumlah penerima yang secara spesifik masih dikalkulasikan oleh Dinas Pendidikan Sumsel.

“Ada penambahan jumlah tenaga pendidikan non ASN sebagai penerima tunjangan, jumlahnya masih dihimpun. Tidak jauh dari jumlah penerima di tahun 2021 ini,” ujarnya.

Meskipun dirasa besaran nilan tunjangan itu masih kurang mencukupi dan masih dilakukan secara bertahap akan tetapi yang perlu masyarakat ketahui bahwa pemerintah terus berupaya mensejahterakan tenaga pendidikan non ASN.

Maka dari itu, lanjutnya, diharapkan dengan adanya komitmen dari DPRD dan pemerintah tersebut tenaga pendidikan non ASN se-Sumsel terus meningkatkan mutu pendidikannya.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada kepastiannya," ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Riza Fahlevi mengatakan, saat ini masih sedang dalam penghimpunan jumlah penerima untuk anggaran tahun 2022 tersebut.

Selain itu diluar dari anggaran senilai Rp25 miliar tersebut pihaknya menganggarkan senilai Rp2 miliar untuk tunjangan guru non ASN di tingkat SLB se-Sumsel sebanyak 200 orang. Masing-masing dari guru itu bakal mendapatkan Rp1 juta selama 12 bulan di tahun 2022 nanti.

“Tolong jangan pikirkan besarannya yang penting konsisten terhadap kinerja. Bekerjalah sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Kami tidak mau berjanji yang muluk-muluk tapi mudah-mudahan tahun depan tunjangan ini tetap ada dan segera terealiasi,” ujarnya.

Adapun, lanjutnya, pihaknya telah menyelesaikan pemberian uang tunjangan tambahan pelaksanaan pembelajaran daring selama Juli-Desember 2021.

Masing-masing terdiri atas 6.609 orang guru non ASN di tingkat sekolah menengah atas/ kejuruan (SMA/SMK), sekolah luar biasa (SLB) mereka mendapatkan tunjangan Rp400 ribu/bulan.

Termasuk 2.424 orang tenaga administrasi sekolah mendapatkan Rp300 ribu/bulan dan 302 orang operator sekolah se-Sumsel mendapatkan Rp500 ribu/bulan.

Dari jumlah tunjangan tersebut bila diakumulasikan total yang dibayarkan senilai Rp15.861.600.000 untuk guru non ASN, Rp4.363.200.000 tenaga administrasi sekolah non ASN, Rp906.000.000 operator sekolah. Maka selama enam bulan totalnya Rp21.130.800.000.

“Itu sudah kami selesaikan,” tandasnya.

Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2022