LRT Sumsel secara bertahap terapkan pembayaran nontunai

id LRT,LRT Palembang,LRT Sumsel,KAI,KAI Palembang,non tunai

LRT Sumsel secara bertahap terapkan pembayaran nontunai

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di gerbong kereta di Depo Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan, Palembang, Selasa (10/3/2020). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/hp)

Palembang (ANTARA) - Moda transportasi Light Rail Transit (LRT) Sumsel di Palembang menerapkan sistem pembayaran nontunai secara bertahap sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Nasional Non Tunai.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat PT KAI Divisi Regional III Palembang Aida Suryanti di Palembang, Senin, mengatakan, pengelola berencana menerapkannya pada 1 Desember 2021 pada satu stasiun yakni Stasiun LRT Ampera, sementara 12 stasiun lainnya masih bisa secara tunai.

“Nantinya penumpang diwajibkan menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE) atau LinkAja sebagai alat pembayarannya,” kata Aida.

Selaku operator LRT Sumsel bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel (BPKARSS) dan Bank Indonesia, KAI menjadikan stasiun LRT Ampera sebagai pilot project (percontohan) pelaksanaan program ini.

Untuk itu, pihaknya juga menggandeng lima Bank yaitu BNI, Mandiri, BCA, BRI dan Bank Sumsel Babel untuk penggunaan Kartu Uang Elektronik (KUE) tersebut.

Aida menjelaskan bagi penumpang yang akan berpergian dari stasiun LRT Ampera diharuskan menggunakan KUE atau LinkAja pada saat tap-in, sedangkan penumpang dari stasiun di luar stasiun LRT Ampera yang akan turun di stasiun LRT Ampera masih bisa tap-out menggunakan tiket manual (QR).

Sementara ini penggunaan non tunai diberlakukan bagi penumpang yang akan naik dari stasiun LRT Ampera, sedangkan 12 stasiun lainnya masih bisa menggunakan pembayaran tunai dengan tiket manual (QR).

Untuk membeli KUE ini bisa di masing-masing bank ataupun di loket yang ada di stasiun-stasiun LRT. Penggunaan pertamanya dimulai dengan diinisiasi/diaktivasi terlebih dahulu di loket stasiun LRT agar terbaca pada sistem gate pada saat tap-in.

Ia mengatakan pelaksanaan program ini akan dievaluasi secara simultan karena diakui perlu waktu untuk mengajak masyarakat pengguna LRT mengubah kebiasaannya, dari pembayaran tunai menjadi non tunai.

Pembayaran non tunai ini sebenarnya menjadikan perjalanan lebih praktis dan efektif dalam pembayaran.

Pada pandemi COVID-19, LRT Sumsel tetap beroperasi dengan penerapan protokol kesehatan 3M sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Untuk itu, KAI menyiapkan fasilitas pendukung seperti tempat mencuci tangan di setiap stasiun, pembatas jarak sosial di stasiun dan di dalam LRT, handsanitizer di dalam LRT serta penyemprotan rutin sarana LRT dan stasiun menggunakan desinfektan.

Saat ini LRT Sumsel beroperasi 88 perjalanan setiap harinya dengan jam operasional 06.00 WIB – 20.25 WIB, selisih waktu antar kereta (headway) 17 menit, dengan tarif tiket Rp10.000 untuk rute dari dan menuju stasiun Bandara, Rp5.000 untuk stasiun selain stasiun Bandara.

Penumpang dapat menggunakan tiket manual (QR), non tunai berupa Kartu Uang Elektronik dan LinkAja.

Selama bulan November penumpang weekday rata-rata 5.075 orang dan weekend 7.723 orang dengan rata-rata harian 5.831 orang dengan tingkat keterisian rata-rata 58 persen. Total penumpang LRT sampai akhir November 2021 hampir mencapai 1.400.000 penumpang.

Sebagian besar penumpang masih melakukan pembelian tiket secara tunai di loket (95 persen) dan non tunai sekitar 5 persen.

Dengan adanya program pembayaran non tunai (cashless) di stasiun LRT Ampera ini, KAI secara bertahap mengajak masyarakat untuk mulai beralih menggunakan pembayaran secara non tunai, kata dia.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2022