BPBD Sumsel petakan enam kabupaten rawan tanah longsor

id longsor, petakan daerah rawan longsor, bencana longsor, bpbd sumsel

BPBD Sumsel petakan enam kabupaten rawan tanah longsor

Ilustrasi - Proses penanganan material longsor tanah dan batu menutupi ruas jalan di perbatasan Kota Lahat dan Pagaralam pada Jumat (17/9/2021). (ANTARA/HO-BPBD Sumsel)

Palembang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan pada musim hujan 2021 memetakan enam daerah rawan tanah longsor.

"Enam daerah yang dipetakan rawan bencana tanah longsor dari 17 kabupaten dan kota dalam provinsi ini, yakni Kabupaten Lahat, Empatlawang, Muara Enim, Ogan Komering Ulu Selatan, Kota Pagaralam, dan Lubuklinggau," kata Kepala BPBD Sumsel Iriansyah di Palembang, Senin.

Berdasarkan kondisi tersebut, masyarakat yang berada di daerah rawan bencana itu diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman tanah longsor sehingga dapat diminimalkan korban jiwa dan kerugian harta benda.

Baca juga: BPBD OKU bentuk tim reaksi cepat penanggulangan bencana alam

Untuk membantu masyarakat dan mencegah terjadinya gangguan aktivitas serta transportasi umum jika terjadi tanah longsor, pihaknya didukung pemerintah daerah setempat menyiagakan sejumlah alat berat di daerah rawan bencana itu sejak awal musim hujan.

"Menyiapkan alat berat di daerah rawan longsor sangat penting untuk mencegah terganggunya jalan akses ke suatu desa, kecamatan, bahkan antarkabupaten dan provinsi jika terjadi tanah longsor," ujarnya.

Sejumlah daerah di Sumsel yang dipetakan rawan banjir, yakni berada di bantaran sungai dan memiliki banyak rawa, seperti Kota Palembang, Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin.

"Dengan mengetahui kondisi suatu daerah rawan bencana longsor dan banjir, dapat dilakukan berbagai tindakan pencegahan dan persiapan penanggulangan sehingga bisa dihindari timbulnya banyak korban dan kerugian harta benda," kata Iriansyah.

Baca juga: Sumsel siagakan alat berat atasi dampak longsor

Baca juga: Pemprov Sumsel siapkan bantuan korban bencana alam
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021