391 warga Kabupaten OKU menderita penyakit Tuberkulosis

id Penyakit Tuberkulosis, kasus TB, pelacakan kontak erat pasien, Dinas Kesehatan OKU

391 warga Kabupaten OKU menderita penyakit Tuberkulosis

Logo Tuberkulosis. ANTARA/HO/21

Baturaja (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan pada tahun ini mencatat 391 warga di wilayah itu menderita penyakit Tuberkulosis (TB).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Andi Prapto di Baturaja, Selasa menyebutkan hingga Oktober 2021 jumlah kasus TB di wilayahnya tercatat sebanyak 391 kasus.

Dia menjelaskan, ratusan penderita penyakit TB ini mulai dari pasien anak hingga dewasa yang dirawat di 18 puskesmas dan tiga rumah sakit di Kabupaten OKU.

Dari jumlah tersebut, kata dia, sembilan orang pasien diantaranya meninggal dunia karena menderita TB akut.

"Sembilan pasien yang meninggal dunia ini merupakan pasien dewasa," jelasnya.

Menurut dia, jumlah kasus TB pada tahun ini terbilang cukup tinggi, meskipun jumlah kasus ditahun 2020 sempat mencapai 870 orang warga Kabupaten OKU yang menderita penyakit tersebut.

Untuk menekan angka penyakit tersebut, pihaknya melakukan upaya pelacakan kasus sedini mungkin melalui pemeriksaan kontak erat pasien TBC.

Hal tersebut dilakukan karena semakin banyak ditemukan kasus tersebut maka lebih cepat memutus rantai penyebarannya.

Andi menjelaskan, Tuberkulosis atau yang juga dikenal dengan TB adalah penyakit paru-paru akibat kuman mycobacterium tuberculosis.

Penyakit ini menimbulkan beberapa gejala berupa batuk yang berlangsung lama, lemas, berat badan turun, tidak nafsu makan, nyeri dada dan berkeringat dimalam hari.

Penyakit ini mudah menular pada manusia yang memiliki daya tubuh rendah melalui percikan ludah yang keluar dari penderita TBC ketika berbicara, batuk dan bersin.

"Penyakit ini tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga tulang, usus atau kelenjar. Bahkan bisa menyebabkan kematian," ujar dia.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2021